B Focus Urban Life

Satpol PP Sering Mendapati Pasangan Remaja Ngamar, Sebut Kurangnya Pengawasan dari Hotel

Kasi Operasi Bidang Penertiban Umum Satpol PP Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha tidak menampik bukan hanya pada razia itu saja menjaring muda-mudi

Satpol PP Sering Mendapati Pasangan Remaja Ngamar, Sebut Kurangnya Pengawasan dari Hotel
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (28/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasi Operasi Bidang Penertiban Umum Satpol PP Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha tidak menampik bukan hanya pada razia itu saja menjaring muda-mudi ngamar, melainkan sudah sering.

Ia mengatakan ada beberapa faktor yang membuat maraknya perbuatan tersebut.

Diantaranya kurangnya kesadaran serta pendidikan agama terhadap personel bersangkutan.

Ditambah terkontaminasi pergaulan serta kurangnya kontrol orangtua, membuat seseorang terdorong melakukan tindakan tersebut.

Selain itu, yang tak kalah penting lagi tambah Fahmi adalah kurangnya pengawasan atau longgarnya penegakan peraturan pada hotel itu sendiri.

Baca: Razia di Hotel Kelas Melati, Satpol PP Selalu Mendapatkan ini

Baca: Dulu Rival Berat, Sekarang Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Hanya Ahok yang Luput dari Ramalan Fikri

Baca: Perceraian Irwansyah & Zaskia Sungkar Termasuk yang Diramalkan Mbak You? Imbas Kasus Medina Zein

Baca: Kabar Keguguran Syahrini Akhirnya Dijawab Istri Reino Barack, Kakak Aisyahrani Pasrah

"Sehingga karena tidak adanya larangan atau kurangnya pengawasan dari sejumlah hotel itulah yang seolah memberikan ruang kepada mereka bisa menginap tanpa harus ada ikatan, bahkan satu kamar diisi berempat," jelasnya.

Fahmi mengatakan pesatnya kemajuan teknologi saat ini pun juga tidak dipungkiri menjadi penyebab meningkatnya hotel sebagai lokasi pasangan bukan suami istri bermesum.

Bahkan banyak aplikasi yang menawarkan kemudahan, membuat praktik prostitusi online pun semakin marak terjadi di hotel-hotel.

"Bahkan beberapa bulan tadi kami pernah menemukan sedikitnya sebanyak 10 perempuan diduga sebagai PSK online di sebuah hotel kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan," jelasnya.

Modusnya pun terbilang unik. Berdasarkan informasi yang pihaknya dapatkan pelaku prostitusi online tersebut sengaja menyewa beberapa kamar.

Kemudian dari kamar itu satu diantaranya diperuntukkan untuk tinggal sedangkan sisanya untuk eksekusi.

"Namun apapun modusnya, ini tetap menjadi perhatian dan tidak diperbolehkan karena telah menjadi sebuah pelanggaran," jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved