Berita Tanahlaut

Warga Kintap Bakar Diri di Kebun Karet, Korban Menderita Gangguan Jiwa

Warga Tanahlaut geger atas penemuan mayat bekas luka bakar di Kebun karet RT 05 Dusun II Desa Sungai Cuka Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut,

Warga Kintap Bakar Diri di Kebun Karet, Korban Menderita Gangguan Jiwa
Polsek Kintap
olah TKP Polsek Kintap 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Tanahlaut geger atas penemuan mayat bekas luka bakar di Kebun karet RT 05 Dusun II Desa Sungai Cuka Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalsel, Sabtu (26/10/2019).

Diketahui ternyata mayat adalah warga yang mengalami gangguan jiwa, Pahmi (49).

Awalnya warga sekitar Anang Bahni saat ia tengah memanen kebun karet Sabtu 26/10/2019) pagi.

Selanjutnya sekitar jam 07.45 Wita di lokasi kebun karet miliknya ia melihat Pahmi dengan pakaian menggunakan jaket warna hitam, sarung yang dislempangkan di bagian bahu, dan celana jeans warna biru berjalan kaki memasuki areal atau lokasi kebun karet miliknya.

Baca: Demo Tuntut Presiden Jokowi Bakal Digelar di Depan Istana, 9.000 Personel Dikerahkan

Baca: Ditunda! Ini Kepastian Jadwal Pendaftaran CPNS 2019, BKN Siapkan Situs sscasn.bkn.go.id

Baca: FAKTA Siswi SMA Diperkosa, Dianiaya & Dibuang Pacarnya, dari Hamil hingga Kaget Pacarnya Masih Hidup

Anang juga melihat Pahmi datang dengan membawa satu buah bekas botol obat semprot merk Granmasone yang berisi bensin sebanyak 1 liter.

Setelah itu sekitar jarak 50 meter dari tempatnya yang juga masih di areal perkebunan karet milik Anang, ia melihat Pahmi membakar semak-semak yang berada di sekitar kebun karet miliknya.

Selanjutnya setelah membakar semak-semak tersebut Pahmi langsung duduk tidak jauh dari semak yang dibakarnya tersebut dan langsung menuangkan atau menyiram tubuhnya menggunakan bensin yang dibawanya.

Seketika sekujur tubuh Pahmi langsung terbakar.

Kemudian melihat kejadian tersebut Anang memanggil H Lukman, Sartono, Mimin, dan Liza untuk meminta bantuan memadamkan api yang timbul di lokasi kebun karet miliknya.

Namun Anang mengaku tidak berani memadamkannya karena Anang takut apabila terjadi apa-apa.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved