Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Seminar Nasional Kehutanan 2019, Hanif Tantang Pakar Temukan Inovasi untuk Revolusi Hijau di Kalsel

Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq menantang pakar untuk menemukan terobosan dan inovasi untuk lebih mempertajam dan mendukung gerakan revolusi hija

Seminar Nasional Kehutanan 2019, Hanif Tantang Pakar Temukan Inovasi untuk Revolusi Hijau di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq dan Dosen Fakultas Kehutanan ULM jadi pembicara di seminar nasional di Rodhita Banjarbaru, Senin (28/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, menjadi salah satu pembicara di Seminar Nasional Kehutanan 2019, Senin (28/10/2019) bertempat di Hortensia Ballroom Hotel Rodhita Banjarbaru bersama para dosen dan pakar serta praktis Kehutanan.

Saat itu, Hanif menantang dalam forum seminar nasional tersebut untuk menemukan terobosan dan inovasi untuk lebih mempertajam dan mendukung gerakan revolusi hijau di Kalsel.

"Kami sadari saat ini revolusi hijau ini masih membangun semangatnya, tapi manajemen improve nya perlu masukan dari ULM dan para pakar lainnya. Karena itu kami para pakar yang ada untuk merumuskan dan membuat rekomendasi - rekomendasi yang bisa kami implementasikan. Yang paling penting dalam pengembangan di bidang industri 4.0, " tandas Hanif Faisol Nurofiq,

Termasuk hal berkait forest city dan kajian ekonomi dari bidang kehutanan.

"Tahun ini target tanam 32 ribu hektar melalui kick off kemarin ditanam 20 hektar. Masih ada PR yang harus dikerjakan hingga akhir tahun," tandasnya.

Sementara, Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Ir H Zainal Abidin, M. P yang juga wakil dekan 3 Fakultas Kehutanan ULM, menjelaskan seminar ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan lagi keberhasilan gerakan revolusi hijau yang digagas pemerintah Kalimantan Selatan dalam rangka untuk pengelolaan hutan lestari menuju revolusi industri 4.0.

"Harapannya melalui forum ini ada masukan masukan konkrit dalam rangka perbaikan revolusi hijau.
Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan dan memerlukan masukan yang lebih dalam dari semua pihak, baik dari akademisi UPT usat umum dan berbagai pihak yang perduli dengan lingkungan," kata dia.

Apalagi, sambungnya, data dari Dinas Kehutanan di 2019 ini ada sekitar 511. 000 hektar luas lahan kritis yang harus dihijaukan. Ditarget selama 10 tahun selesai.

"Karena itu Pemprov melalui dinas kehutanan sudah mati-matian untuk mengatasi itu.

Diketahui dalamSeminar Nasional Kehutanan 2019 dihadiri 103 peserta seminar, mulai dari kalangan akademisi dari Fakultas Kehutanan ULM, Fakultas MIPA ULM, Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya, peneliti dan perwakilan dari BPHKH, BPSKL Wilayah Kalimantan, KPH di lingkungan KalSel, mahasiswa, pemerhati lingkungan dan pihak swasta.

Seminar Nasional Ini dibuka oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM yaitu Dr.Ir.H. Muhammad Fauzi, M.P.

Selain Hanif Faisol Nurofiq,  Juga ada pemateri dari Erik Teguh Primiantoro, S.Hut, M.E.S. selaku Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan, Kebijakan Wilayah dan Sekitar, Ditjend Planologi Kehutanan danTata Lingkungan KLHK yang mengangkat tema Penerapan Instrumen PPLH Dalam Memperkuat Gerakan Revolusi Hijau Kalimantan Selatan.

Juga ada Prof.Dr.Ir.H.Yusran, S.Hut, MS.i, I.P.U selaku Dekan Fakultas Kehutanan Universitas
Hasanuddin, yang membawa judul Forest Management Paradox; tantangan Pengelolaan Hutan
Era Revolusi Industri 4.0.

Kemudian ada juga, Prof.Dr.Rudianto Amirta, S.Hut, M.P. (Dekan Fakultas Kehutanan Universitas
Mulawarman) yang membahas tentang Green energY potency from tropical forest plant biomass: diversity of plant species and its availability).

Masih dalam seminar tersebut, ada penampilan 60 pemakalah umum yang mempresentasikan hasil
penelitian, pemikiran serta pengalaman di bidang kehutanan dan yang terkait dengan lingkungan , terbagi dalam 3 Komisi yaitu Konisi A Manajemen Hutan, Komisi B, Silvikultur dan Komisi C Teknologi Hasil Hutan. (AOL)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved