Berita Banjarmasin

8 Bangunan di Jalan Masjid Jami akan Diratakan, Salehuddin Lega, Risiko Kecelakaan Berkurang

Salah satunya seperti diungkapkan, Andi, yang menyatakan lebih memilih jembatan lama tersebut karena oprit di Jembatan Sulawesi I pun masih terhalang

8 Bangunan di Jalan Masjid Jami akan Diratakan, Salehuddin Lega, Risiko Kecelakaan Berkurang
banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Bangunan di Jalan Masjid Jami yang akan dibebaskan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bukan rahasia umum banyak pengendara di kawasan Jalan Sulawesi Kota Banjarmasin melawan arus.

Lebih memilih jembatan lama ketimbang melalui akses penghubung jalan Sulawesi dengan Masjid Jami yang baru dibangun, namun hal itu bukan dikarenakan tanpa alasan.

Salah satunya seperti diungkapkan, Andi, yang menyatakan lebih memilih jembatan lama tersebut karena oprit di Jembatan Sulawesi I pun masih terhalang bangunan.

Selain itu, ditambah terjalnya badan jembatan sehingga jika mempertimbangkan terkait keselamatan, kedua akses tersebut pun menurutnya sama-sama berbahaya.

" Lewat atas berbahaya karena oprit jembatan yang masih terhalang bangunan. Sedangkan lewat bawah juga berbahaya karena melawan arus kendaraan. Jadi, selama tidak hati-hati, menurut saya ya sama aja," ujarnya.

Baca: KPU Buka Sayembara Logo, Maskot dan Jingle Pilkada Kalsel 2020, Hadiahnya Jutaan Rupiah

Sehubung itupula, Andi menilai sudah sewajarnya jika keberadaan bangunan tersebut harus segera dibongkar. Karena selain membahayakan pengendara lain, juga mengurangi estetika jembatan baru itu sendiri.

"Ya meskipun sekarang sudah sedikit lega, karena menurut kabar saya terima antara pemilik bangunan dengan pemerintah daerah pun telah menemui kesepakatan atas ganti ruginya," kata warga Antasan Kecil Barat itu.

Lain Andi, berbeda lagi dengan Salehuddin, warga sekaligus Ketua RT 3 di Antasan Kecil Timur yang tidak menepis kerap menerima laporan atas petaka menimpa pengguna jalan.

Pasalnya, terjal dan masih terhalangnya oprit jembatan oleh sebuah bangunan ruko tidak ayal menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan.

" Iya memang sering. Karena kan pas turun jembatan, pengendara yang mengira bisa lurus namun terhalang dan menabrak bangunan," jelasnya.

Baca: Para Guru di Banjarbaru Jalani Bimtek Penggiat Anti Narkoba dari BNN, Ini Sasaranya

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved