Berita Tapin

Kasus Pencabulan Guru Pencak Silat Terhadap Anak Didik di Tapin Segera Disidangkan

seorang guru pencak silat berinisial IAD terhadap korban yang merupakan anak didiknya dalam perguruan pencak silat di Tapin segera diadili.

Kasus Pencabulan Guru Pencak Silat Terhadap Anak Didik di Tapin Segera Disidangkan
net
Ilustrasi pencabulan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang guru pencak silat berinisial IAD terhadap korban yang merupakan anak didiknya dalam perguruan pencak silat di Tapin segera diadili.

Kasatreskrim Polres Tapin, AKP Thomas Alfian mengatakan berkas perkara dugaan pencabulan tersebut statusnya sudah tahap dua.

"Pelaku sudah menjadi tahanan pihak Kejaksaan Negeri Tapin dan dititipkan Rutan Rantau," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, seusai konferensi pers dengan para wartawan di lobbi Polres Tapin.

Terpisah, Humas Kejaksaan Negeri Tapin, Alfano Arif Hartoko membenarkan pihaknya menerima pelimpahan perkara kasus dugaan pencabulan dari Polres Tapin.

Baca: Suntik Silikon Peninggi Badan Berbahaya, Dokter Lilik Siap Bantu Penanganan Estetika Korbannya

Baca: Tidak Jabarkan Visi Misi Saat Pemilihan Wakil Bupati HST, Ini Penjelasan Fakih Jarjani

Baca: Peringati Sumpah Pemuda, Yayasan AHM dan Trio Motor Latih Generasi Muda Sampit

Baca: Rumah Warga di Desa Awang Ini Tak Layak Huni, 10 Anggota Kodim Barabai Terjun Lakukan Ini

"Pelaku dan barang bukti sudah dilimpahkan pihak Polres Tapin. Kami punya waktu 20 hari untuk melimpahkan kasus itu kepada Pengadilan Negeri Rantau.

Rencana tuntutan, setelah mendengar keterangan para saksi dan keterangan terdakwa. Jaksanya sudah disiapkan begitu berkasnya didaftarkan di Pengadilan Negeri Rantau," katanya, Selasa (29/10/2019).

Humas Pengadilan Negeri Rantau, Indra Kusuma SH kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (29/10/2019) membenarkan jaksa sudah melimpahkan kasus tersebut untuk diadili.

Menurut Indra Kusuma, ketua majelis hakim yang memeriksa perkara dugaan pencabulan IAD adalah Erven Langgeng Kaseh, Yohanes Purnomo Suryo Adi dan Indra Kusuma.

"Berkas perkara sudah diterima PN Rantau dengan nomor 206/Pid.Sus/2019/PN Rta pada Kamis, 24 September 2019 kemarin. Sidang pertama pada Kamis, 31 September ini," katanya.

IAD saat itu adalah pelatih pencak silat di perguruan pencak silat yang diikuti korban saat menjadi peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah dari Kabupaten Tapin.

Baca: Kabut Asap Super Pekat, Dinkes Batola Siapkan Rumah Oksigen

Baca: Fakih Tak Lengkapi Persyaratan, Berry Terpilih Secara Aklamasi Jadi Wakil Bupati HST

Baca: Politala Berduka, Diduga Melamun Mahasiswa Ini Tabrak Penanda Truk

Diduga korban tak berdaya menolak melayani keinginan nafsu pelaku karena segan dengan pelatih juga pelaku adalah anggota kepolisian yang bertugas di Kabupaten Tapin.

Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan itu terungkap karena orangtua korban tak terima anaknya dinodai sehingga membuat laporan polisi. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved