Berita Kabupaten Banjar

Prof Idiannor Kritisi Kondisi Sungai Riam Kiri di Kabupaten Banjar, Temukan Sampah Bertebaran

Akademisi Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM Prof.Idiannor Mahyudin mengamati situasi Sungai Riam Kiri Pengaron

Prof Idiannor Kritisi Kondisi Sungai Riam Kiri di Kabupaten Banjar, Temukan Sampah Bertebaran
ist/idiannor
Kondisi Sungai Riam Kiwa di Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Akademisi Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM Prof.Idiannor Mahyudin mengamati situasi Sungai Riam Kiri Pengaron.

"Walaupun sudah ada hujan tapi volume belum ada peningkatan. Kegiatan masyarakat mencuci tanah dengan alat "lenggangan" untuk mencari intan dan atau emas masih berlangsung walaupun tidak sebanyak seperti sebelumnya. Tentu saja kegiatan ini menyebabkan air sungai menjadi keruh," kata dia

Jelang musim hujan, seharusnya situasi sungai mulai prioritas. Dia mendapati sampah masih terlihat jelas bertebaran di sungai.

"Ada sampah dalam kantongan plastik yang menyangkut di ranting pohon yang terbenam di dasar sungai. Sebagian ada yang terdampar di tepi kiri dan kanan sungai. Lanting makin berdekatan antara milik masyarakat di kiri dan kanan badan sungai.

Hal ini disebabkan lebar air sungai mengecil. Di beberapa bagian badan sungai dapat diseberangi dengan berjalan kaki dengan ketinggian air sepaha siswa kelas 3 SD," bebernya.

Baca: Dua Jam Razia, Dishub Kota Banjarmasin Jaring 20 Pelanggar, Kebanyakan KIR Mati

Baca: Politisi PSI Temukan Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar di Disdik DKI Jakarta, Ini Kata Plt Kadisdik

Sisi lain, dari informasi yang dihimpun reporter banjarmasinpost.co.id mengenai aliran sungai sudah jadi Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS). Bahkan Maka pada tahun 2019 ini, Pemerintah Kalimantan Selatan menargetkan untuk melakukan penanaman pohon seluas 32.000 ha sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pemulihan DAS.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Mochammad Hilman menuturkan kegiatan menanam pohon serentak guna melestarikan alam di Kecamatan Sungai Pinang merupakan salah satu langkah yang tepat, karena wilayah Sungai Pinang sendiri merupakan kawasan hutan dan pegunungan yang rentan akan musibah banjir, longsor ataupun musibah kebakaran hutan dan lahan disaat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Kecamatan Sungai Pinang merupakan salah satu wilayah riam kiwa, di mana di saat musim hujan, sungai - sungai di wilayah Sungai Pinang akan penuh, sehingga akan mengalirkan air ke wilayah kota Martapura hingga ke kota Banjarmasin. Inilah yang menyebabkan beberapa wilayah di kabupaten Banjar mengalami musibah banjir,” kata H M Hilman.

Dia juga mengharapkan dengan adanya penanaman serentak di kecamatan Sungai Pinang ini, kedepannya musibah banjir dapat dicegah dan diredam dengan baik.

Baca: Giliran Warga Babirik Ikuti Program SMS Bersama Kapolres HSU, ini yang Disampaikan

Baca: Daftar Akun Penyebar Video Syur Mirip Gisella Anastasia Diserahkan Mantan Gading Marten ke Polisi

Beberapa waktu lalu dilakukan penanaman pohon, KPH Kayu Tangi menyediakan bibit pohon sebanyak 550 buah dari berbagai jenis pohon yang diantaranya memiliki nilai ekonomi.

Pemprov Kalimantan Selatan mengadakan KICK OFF penanaman serentak se-Kalimantan Selatan sekaligus Peringatan Gerakan Nasional Pemulihan DAS Tahun 2019 yang dilakukan bersamaan dengan Gamis Hijau di Desa Kupang Rejo, Kecamatan Sungai Pinang.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito menyebut sebelum jadinya Bendungan Riam Kiwa maka yang sering dan akan banjir yakni di kanan kiri Sungai Riam kiwa.

" Yakni seperti Kecamatan pengaron, simpang 4, mataraman, astambul, martapura, sampai ke sungai tabuk," beber Nolianto Ananda, S.Si. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) muda BPDASHL Barito.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved