Berita Nasional

Dapat Informasi Ada Mafia Penghambat Porgram Pembangunan, Jokowi Ancam Gigit Balik

Presiden Jokowi mencontohkan pembangunan kilang minyak refinery pada akhirnya akan berujung pada berkurangnya kebutuhan impor BBM.

Dapat Informasi Ada Mafia Penghambat Porgram Pembangunan, Jokowi Ancam Gigit Balik
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers setelah acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Presiden Joko Widodo menyatakan akan menggigit balik mafia yang menghambat dan menyebabkan program pembangunan tidak jalan.

Dilansir dari Kompas.co, Kamis (31/10/2019), Presiden Joko Widodo mengaku mendapat informasi adanya para mafia yang sengaja ingin menghadang program pembangunan.

Jokowi pun mengancam akan melawan balik para mafia itu.

"Ini banyak kan pejabat pemerintah, BUMN yang berinovasi dalam menjalankan program strategis justru yang digigit. Ini hati-hati. Akan saya balik, saya yang akan (gigit) mereka," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Rapat ini mengambil topik: penyampaian program dan kegiatan di bidang politik, hukum dan keamanan. Hadir seluruh Menko Polhukam Mahfud MD dan para menteri dibawah koordinasi Kemenko Polhukam.

"Jangan sampai para mafia yang menggigit dan menghadang program pembangunan justru terus berkeliaran. Enggak. Ini harus kita balik hal ini," sambungnya.

Baca: Perintahkan Penegak Hukum Termasuk KPK Tak Ganggu Investasi, Jokowi : Jangan Sampai Dibajak Mafia

Baca: Prabowo Heran Disebut Tak Akan Mengambil Gaji, Tetap Akan Pakai Mobil Dinas dan Rumah Dinas

Jokowi menyebut banyak mafia yang kepentingannya terganggu dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Ia mencontohkan pembangunan kilang minyak refinery pada akhirnya akan berujung pada berkurangnya kebutuhan impor BBM.

Padahal ada yang diuntungkan dari langkah pemerintah mengimpor BBM dalam jumlah besar.

"Banyak yang enggak senang karena suka barang impor," kata dia.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved