Berita Kotabaru

Kadishub: Kehilangan Banyak PAD Lantaran Tak Ada Alat Penguji KIR di Pulau Kalimantan

Kemarin, jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru telah melakukan upaya penindakan terhadap kendaraan roda empat

Kadishub: Kehilangan Banyak PAD Lantaran Tak Ada Alat Penguji KIR di Pulau Kalimantan
Istimewa
Dishub Kotabaru menggelar razia di wilayah Serongga Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kemarin, jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru telah melakukan upaya penindakan terhadap kendaraan roda empat dan lebih untuk pengecekan KIR dan PKB.

Saat itu, sejumlah truk sawit juga harus ditilang lantaran melanggar Perda Provinsi Kalimantan Selatan No 3 tahun 2012 terkait angkutan. Ada sebanyak 6 pelanggar yang ditindak langsung.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Adi Sutomo, Kamis (31/10/19) mengakui ramunya angkutan sawit yang melanggar perda dikawasan Jalan Nasional di kawasan Serongga Kabupaten Kotabaru.

Baca: Bocoran Kecil Soal-soal Tes CPNS 2019, Ada Pertanyaan Radikalisme di TWK & TKP Sscasn.bkn.go.id

Baca: GELISAH Suami Sering ke Warung Jablay, Perempuan dari Desa Marampiau Ngeluruk ke Polsek CLS

Baca: Pedangdut Cantik Vonny KDI Ini Rela Tak Dibayar Demi Membantu Masyarakat yang Memerlukan Ini

"Ramainya angkutan karena kurangnya pengawasan, jadi langkah Kotabaru, Dishub akan memenuhi aktivasi terminal disana. Sementara staf disana hanya mengatur lalu lintas bersama Satlantas di Serongga, " katanya.

Di Jalan Nasional di Pulau Kalimantan itu saat ini belum memiliki penguji KIR sehingga saat ini tak mendapatkan PAD di wilayah tersebut. Padahal, saat ini banyak kendaraan memiliki buku KIR luar daerah tetapi bernomor polisi Kabupaten Kotabaru, dannattinya ketugian bagi daerah Kotabaru.

"Kita kebanyakan kehilangan PAD lantaran buku KIR dari luar daerah. Ini lah kelemahan kita, karena kita tak punya alat di Wilayah Kotabaru bagian Pulau Kalimantan, " katanya.

Sebab itu, dirinya saat ini sudah mulai berkoordinasi dengan anggota dewan agar bisa membantu pengadaan alat tersebut. Diakui memang satu alat, harganya cukup mahal, namun dengan alat tersebut sudah dipastikan bisa mendapatkan PAD yang cukup besar.

"Sebenarnya kita perlu tiga, di Pulau Laut, Serongga Kelumpang Hilir dan Sengayam Perbatasan Dengan Kaltim. Harga alatnya kalau tidak salah hampir 4 Miliar perunitnya. Tapi kalau kita punya, saya pastikan PAD bakal meningkat, " katanya.
(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved