Lifestyle

Suka Melihat Postingan Pemilihan Duta Di Medsos, Nadya Semakin Percaya Diri Ikuti Lomba

Nadya Sari meraih gelar Duta Wisata Kabupaten Tanah Bumbu 2018 kategori Galuh.

Suka Melihat Postingan Pemilihan Duta Di Medsos, Nadya Semakin Percaya Diri Ikuti Lomba
istimewa
Nadya Sari ini meraih gelar Duta Wisata Kabupaten Tanah Bumbu 2018 kategori Galuh. 

BANJARMASINPOST CO.ID - Karena sering lihat postingan di media sosial tentang pemilihan duta wisata, akhirnya gadis ini mencoba mendaftar dengan memenuhi semua persyaratannya.

Rezeki bagi gadis bernama Nadya Sari ini, ia meraih gelar Duta Wisata Kabupaten Tanah Bumbu 2018 kategori Galuh.

Sebelumnya gadis kelahiran 14 September 2001 ini pernah pula Juara 3 Fashion Show Busana Muslim 2017.

Nadya pun semakin percaya diri dan di kampus menjadi Wakil 1 Duta kampus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat 2019.

Baca: Gunakan Ekspedisi Ini, Pengusaha Kerajinan Khas Kalimantan Raup Omzet Hingga Ratusan Juta Rupiah

Baca: Ditangkap di Kamar Kos, Lelaki Asal Amuntai Kalsel Ini Simpan Dua Paket Sabu

Baca: Skor 1-0! Hasil Barito Putera vs Borneo FC di Liga 1 2019, Rafael Silva Buka Keunggulan, Live UseeTV

Baca: Gugatan Baru Diterima Mulan Jameela Setelah 2 Eks Caleg Gerindra Tuntut Istri Ahmad Dhani

Ia juga Duta Kampus Favorit di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat 2019.

Mahasiswi asal Batulicin, anak dari Hamisah dan Arkasy ini juga punya suka duka dan pengalaman unik saat ikut fashion show.

"Sukanya, kita lebih tau tentang dunia fashion show yang mana awalnya kita tidak mengetahui sama sekali. Di dunia modeling juga dapat banyak relasi," ujarnya.

"Dukanya adalah saat fashion show, pernah salah melakukan gerakan berjalan atau tidak sesuai dengann instruksi sebelumnya," tukas Nadya.

Sedangkan mengenai ketertarikan kuliah di fakultas hukum, alasannya ingin tahu lebih dalam apa itu hukum dan bagaimana penerapan hukum.

'Dan saya ingin membuktikan bahwa bukan orang kaya saja yang dapat berkuliah di jurusan ini. Karna banyak yang berpendapat bahwa anak yang kuliah di fakultas hukum adalah anak orang kaya," paparnya.

Target pertamanya adalah lulus tepat waktu dengn IPK memuaskan. Cita-citanya yang pasti ingin menjadi orang sukses dan bisa membanggakan kedua orangtua.

Baca: Puluhan Alfamart di Banjarbaru Belum Bayar Pajak Ratusan Juta, Dinas BP2RD Akan Lakukan Ini

Baca: 7 Bahaya Minum Kopi Berlebihan, dari Sakit Kepala hingga Bikin Diare dan Jantung Berdebar

Baca: Ciri Fisik Pemeran Video Syur Mirip Nagita Slavina Buat Raffi Ahmad Yakin Hingga Beri Ancaman

Menurut Nadya penerapan hukum di Indonesia sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai macam kritik diarahkan pada penegakan hukum, kesadaran hukum, kualitas hukum dan lainnya.

Banyak masyarakat beranggapan bahwa hukum di Indonesia dapat dibeli. Maksudnya adalah orang yang mempunya jabatan dan kekuasaan yang terjerat kasus hukum dapat menjamin bahwa mereka bisa bebas dari hukum.

"Ini sangat memprihatinkan. Penegakan hukum Indonesia dinilai lemah," tandasnyaz

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved