Tajuk

Asa dari Kapolri Baru

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Idham Azis kemarin selesai melakukan uji kelayakan dan kepatutan

Asa dari Kapolri Baru
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Bareskrim Polri Komjen (Pol) Idham Azis (kanan) di Kompleks Kejaksaan, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Idham Azis kemarin selesai melakukan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Idham langsung ditetapkan sebagai Kapolri terpilih melalui rapat paripurna yang digelar DPR, Kamis (31/10) sore.

Idham Azis merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi untuk menggantikan Tito Karnavian yang mundur dari keanggotaan Polri karena dilantik sebagai Mendagri.

Menjadi orang nomor satu di jajaran Bhayangkara, sejumlah pekerjaan rumah menanti Azis yang kenyang dalam tugas di bidang reserse dan anti-teror ini.

Selain persoalan radikalisme dan terorisme, pekerjaan rumah terbesar Polri menyangkut pemberantasan korupsi dan peredaran narkoba. Belum lagi polisi yang dalam kurun waktu satu tahun terakhir sibuk dengan urusan berita hoaks dan ujaran kebencian. Kasus serupa diprediksi masih akan banyak muncul di masa jabatan Kapolri baru ke depan.

Polri ke depan tentunya berhadapan dengan berbagai persoalan yang makin kompleks. Belum lagi perkembangan teknologi yang turut berpengaruh pada pola kerja dan perilaku masyarakat.

Ancaman radikalisme dan terorisme, umpamanya, kini beririsan teknologi. Kemunculan terorisme siber, rekrutmen dan pelatihan bom lewat online, tentunya tantangan yang baru. Sejumlah kasus teror terbaru, menunjukkan pola yang makin beragam, yang tentunya memerlukan pola penanganan berbeda.

Idham di posisi sebelumnya memang meninggalkan kasus yang belum tuntas, yaitu penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Dengan posisinya yang baru sebagai pucuk pimpinan Polri, diharap membuatnya lebih leluasa mengungkap kasus tersebut.

Terkait PR yang diembannya, ada beberapa program yang cukup menarik di antaranya memberantas narkoba di tubuh kepolisian.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Idham menegaskan akan menindak tegas penyalahgunaan narkoba, khususnya di tubuh kepolisian.

Janji ini menjadi warning yang pantas digaungkan, karena selama ini tidak sedikit anggota Polri yang justru terlibat narkoba. Pun demikian, dari beberapa temuan publik menilai Polri belum sepenuhnya tegas terhadap anggotanya.

Janji yang lain, melarang anggota ke rumah dinasnya. Bagi Idham, setiap anggota polisi yang datang ke rumah dinas pasti pasti akan sarat dengan kepentingan. Tak hanya Kapolri baru kebijakan baru, tapi kapolri baru juga mesti membawa perubahan ke jajaran Bhayangkara ke dalam iklim kerja yang lebih profesional dan modern. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved