Kriminalitas Banjarmasin

Dua Tahun Dicari, Bun Bun DPO Kasus 2,9 Kilo Sabu Diciduk di Malang

Sempat masuk daftar pencarian orang (DPO), Anton Burhan alias Niu Ho Bun atau kerap disapa Bun Bun (53) akhirnya diciduk jajaran Badan Narkotika

Dua Tahun Dicari, Bun Bun DPO Kasus 2,9 Kilo Sabu Diciduk di Malang
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Bun bun saat di BNNP Kalsel tengah di periksa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat masuk daftar pencarian orang (DPO), Anton Burhan alias Niu Ho Bun atau kerap disapa Bun Bun (53) akhirnya diciduk jajaran Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Kalsel, di Malang Jawa Timur, Kamis (31/10/2019) pagi.

Bun Bun ditangkap saat berada di kediaman kerabatnya di Jalan Karanglo Indah Atas, Tunjungtirto, Singosari, Malang, Jawa Timur tanpa perlawanan.

Ia pun kemudian diterbangkan ke Banjarmasin, Kamis (31/10/2019) malam.

Saat ditanya, Bun Bun mengaku dalam pelariannya selama 2 tahun ini berada di Bali, Surabaya, Balikpapan, dan Palangkaraya.

Baca: Kabar Buruk Mulan Jameela Kembali Menerpa, Eks Duet Maia Estianty Digugat Lagi Karena Ini

Baca: Fakta Sebenarnya Video Syur Nagita Slavina Dibongkar, Tahilalat Istri Raffi Ahmad Jadi Sorotan

Baca: PERHATIKAN Kisi-kisi Resmi 3 Tes SKD CPNS 2019 Ini, Sesuai PermenPANRB & SSCASN

"Di Surabaya selama sekitar satu setengah tahun di tempat orangtua," paparnya

Sekedar diketahui Bun Bun masuk DPO petugas atas kasus 2,9 kilo sabu yang dikirim ke kediamannya di Jalan Pemanjatan Kompleks Rumbia Mas 1 No 1 B. Pematang Gambut, Kabupaten Banjar, pada Desember 2017 lalu.

Waktu itu sebelumnya petugas menangkap dua kurir, yakni Abdul Syarif dan Abdullah R di SPBU Sungkai Jalan A Yani Km 80, Desa Sungkai, Kabupaten Banjar, Sabtu (9/12/2017) dini hari.

Kedua warga Kalimantan Utara itu membawa sekitar 3 kg sabu di mobil yang mereka tumpangi melewati Kalimantan Timur tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kasus ini dikembangkan dengan memburu pemesan sabu tersebut.

Hasilnya, petugas meringkus dua kakak adik, Randy Suryanata dan Wandy Suryanata, warga Jalan Pemanjatan, kompleks Rumbia Mas, Pematang, Kabupaten Banjar yang merupakan anak Bun Bun.

Selain itu di rumah dua kakak adik ini, Petugas menemukan tujuh paket sabu siap edar.

Dari hasil pemeriksaan kakak adik ini diduga disuruh bapaknya (Bun Bun, Red) menerimakan pesanan tersebut,
Kedua kakak beradik ini masih mendekam di lapas dan divonis 5 tahun 8 bulan.

Kepala BNNP Kalsel Brigjen M Aris Purnomo melalui Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan Kompol Yanto Suparwito yang dikonfimasi Jumat (1/11/2019) pagi membenarkan pihaknya menangkap Bun Bun di Malang Jawa Timur.

"Kita ikuti dari Surabaya kemudian ia ke Malang," ucap Yanto mengatakan Bun Bun dicari karena kasus 2,9 kilo sabu dan diduga ia adalah pemilik barang terlarang tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/dwi)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved