KalselPedia
KalselPedia: Profil Pusat Studi Korea (Pusko) ULM, Bermula dari Gagasan Kayu
Pusat Studi Korea atau lebih akrab di telinga mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai Pusko adalah pusat belajar bahasa dan kebudayaan
Penulis: Noor Masrida | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Pusat Studi Korea atau lebih akrab di telinga mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai Pusko adalah pusat belajar bahasa dan kebudayaan yang awalnya digagas oleh seorang pengusaha industri kayu.
Diresmikan tahun 2005, Pusko dibentuk atas gagasan Kim Jung Kwan, Direktur PT.IDS Elite, perusahaan yang bergerak di industri kayu.
Kim yang sudah lama memiliki perusahaan di Banjarmasin, ingin memberikan kenang-kenangan kepada Kalimantan Selatan.
Kim yang saat itu bekerja sama dengan Tidharta, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum, membuat usulan kepada Universitas Lambung Mangkurat tentang Pusko dan dikabulkan.
Baca: KalselPedia: Sejarah Masuknya Sepakbola ke Banjarmasin
Baca: KalselPedia: Lokasi Air Mancur Menari di Pelaihari
Baca: KalselPedia: Profil Kelurahan Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin
Baca: KalselPedia: Daftar Agen Perjalanan Umrah Resmi Terdaftar di Kemenag Kalsel
Akhirnya, bulan November tahun 2005 Pusat Studi Korea itu diresmikan oleh rektor pengganti saat itu, Prof. Ir. Rasmadi serta Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Ir. Gt. Muhammad Hatta.
Sesuai kesepakatan, pihak ULM menyediakan bangunan sementara Kim Jung Kwan dan Tidharta memberikan bantuan awal berupa renovasi 5 ruangan, penyediaan meubelir (kursi, meja, rak buku, lemari) dan 5 Air Conditioner (AC) serta fasilitas pendukung lainnya.
Berkat Kim Jung Kwan pula, sejak diresmikan hingga tahun 2011, saat ini ULM bisa menjalin kerja sama dengan Universitas di Korea Selatan yakni Universitas Kyung Hee dan Universitas Sang Ji.
Universitas Kyung Hee dan Universitas Sang Ji inilah yang turut berperan menyediakan media pembelajaran seperti buku dan juga tenaga sukarela untuk Pusko.
Sejak tahun 2011, Pusko mulai bekerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui program World Friends Korea (WFK) yang sampai sekarang mendatangkan tenaga pengajar dari Korea ke Banjarmasin.
Menariknya lagi, ULM adalah satu-satunya Universitas di Kalimantan yang memiliki Pusat Studi Korea.
Sementara total terdapat 5 Pusat Studi Korea yang tersebar di Indonesia yang 4 lainnya ada di Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Hasanuddin Makassar yang juga bekerja sama dengan KOICA.
Banjarmasinpost.co.id/noor masrida
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ruangan-utama-pusat-studi-korea-universitas-lambung-mangkurat.jpg)