Berita Kabupaten Banjar

Seminar Nasional,Prodi Kesehatan Masyarakat FK ULM Bahas Tuntas Kabut Asap dan Dampaknya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut titik api di sejumlah wilayah karhutla sudah berkurang.

Seminar Nasional,Prodi Kesehatan Masyarakat FK ULM Bahas Tuntas Kabut Asap dan Dampaknya
istimewa
Seminar nasional sustainable strategic for disaster management in Wetland area, Program studi kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut titik api di sejumlah wilayah karhutla sudah berkurang.

BNPB mencabut status siaga darurat karhutla di Riau, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Status darurat siaga bencana karhutla Kalsel juga berakhir pada 31 Oktober.

Faktanya, kebakaran lahan masih terjadi khususnya di Kabupaten Banjar.

Baca: Ahmad Dhani Mau Jadi Calon Walikota Surabaya Gantikan Risma, Suami Mulan Jameela Sudah Lakukan Ini

Baca: Fakta Sebenarnya Video Syur Nagita Slavina Dibongkar, Tahilalat Istri Raffi Ahmad Jadi Sorotan

Baca: Kecocokan Ariel NOAH & Wika Salim Jadi Bahasan, Mantan Luna Maya Bikin Pendamping Tukul Begini

Bahkan dari pantauan pagi hingga Jumat siang kabut asap tipis tampak menyelimuti Martapura dan sekitarnya.

Soal karhutla dan kabut asap di Kalsel ini bahkan dikupas habis-habisan pada Seminar nasional sustainable strategic for disaster management in Wetland area, Program studi kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran ULM.

Prof Dr Husaini SKM Mkes salahsatu pembicara kupas habis-habisan penyebab karhutla di Kalsel.

Guru besar Bidang Ilmu kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat ini juga bahas permasalahan kabut asap di Kalsel.

"pencegahan karhutla, early warning system, zero burning, controlled burning, pengawasan kebijakan, harus ada penegakan hukum yang tegas, sosialisasi. Direkomendasikan audit berbagai pencegahan karhutla," tegas lulusan S3 Ilmu kedokteran dan kesehatan FK UGM ini, Jumat (1/11).

Dikatakannya, dampak asap, iritasi kulit mata hidung saluran nafas, ispa, memperparah penyakit paru obstruktif, Penyakit jantung.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved