Techno

Video Game AS Call of Duty Tuai Protes dan Kecaman Gamer Rusia Gara-gara ini

Versi terbaru video game AS Call of Duty dilaporkan menuai protes dan kemarahan di Rusia karena tentara mereka dicitrakan brutal dan sadis.

Video Game AS Call of Duty Tuai Protes dan Kecaman Gamer Rusia Gara-gara ini
Activisio
Salah satu adegan di game Call of Duty 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Versi terbaru video game AS Call of Duty dilaporkan menuai protes dan kemarahan di Rusia karena tentara mereka dicitrakan brutal dan sadis.

Sejak dirilis pada akhir pekan lalu, baik media pemerintah maupun gamer setempat menyatakan Call of Duty: Modern Warfare itu dianggap "anti-Rusia".

"Mereka menunjukkan pasukan kami seperti sampah," ujar pemain video game profesional, Ilya Maddyson, dalam kicauannya di Twitter.

"Anda harus jadi monster sepenuhnya untuk memainkan game kriminal yang terang-terangan menyebut tentara kami adalah teroris," kritiknya.

Sementara penyiar di Channel One mengeluhkan bagaimana Call of Duty mencitrakan militer Rusia "sadis" yang senang "mengebom, membakar, dan membunuh orang tak bersalah".

Baca: FAKTA Komplit Video Syur Vina Garut, Pemeran Pria Ungkap Perasaan Sebenarnya, 1 Cewek Lawan 3 Pria

Baca: Fakta Sebenarnya Video Syur Nagita Slavina Dibongkar, Tahilalat Istri Raffi Ahmad Jadi Sorotan

Baca: Tindakan Laudya Cynthia Bella Soal Suami Zaskia Sungkar, Irwansyah & Medina Zein Kata Hotman Paris

Dilansir AFP Rabu (30/10/2019), dipublikasikan oleh perusahaan AS Activision Blizzard, Call of Duty adalah video game first person shooter.

Diceritakan bagaimana perempuan bernama Farah menyaksikan ayahnya dibunuh tentara Rusia dalam negara fiktif di Timur Tengah bernama Urzikistan.

Hendak membalas dendam, Farah kemudian memimpin pemberontakan, dan dikenal sebagai Komandan Karim, dan bekerja sama dengan militer AS untuk mencegah jenderal Rusia bernama Roman Barkov.

Adapun inti dari permainan itu adalah upaya prajurit Inggris, AS, dibantu milisi Urzikistan membunuh Barkov, dan mencegah kelompok ekstremis bernama Al-Qatala.

Game dengan karakter utama Farah dan Kapten Price itu mendapat kritikan dari gamer Negeri "Beruang Merah", seperti di Metacritic.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved