Berita Banjarmasin

Akui Serapan Anggaran Minim, Begini Penjelasan Kadis PUPR Banjarmasin

Jelang tutup tahun, Dinas PUPR ternyata masih menyisakan 62 persen dari total APBD 2019 Rp 273 miliar.

Akui Serapan Anggaran Minim, Begini Penjelasan Kadis PUPR Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Petugas PUPR kota Banjarmasin saat meninjau pengerjaan proyek lanjutan trotoar A Yani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahun Anggaran 2019 kini kurang dari dua bulan lagi. Menjadi perhatian seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) bisa memaksimalkan penyerapan anggarannya, tidak terkecuali Dinas PUPR Banjarmasin.

Hingga saat ini atau dua bulan menjelang berakhirnya serapan anggaran 2019 nanti, satuan kerja perangkat daerah di bawah Pemko Banjarmasin tersebut masih menyisakan anggaran sebesar 62 persen dari total APBD 2019 Rp 273 miliar.

Kepala Dinas PUPR kota Banjarmasin, Arifin Noor pun tidak menampiknya. Namun ia menepis jika minimnya serapan anggaran menjadi tolak ukur kurang baiknya kinerja mereka.

Karena sampai saat ini tambah Arifin untuk realisasi fisik dari seluruh proyek pihaknya laksanakan di 2019 rata-rata sudah mencapai hampir 70 persen.

Baca: Andalkan SIDDAK, Sekda Tamzil Target PAD Tahun Depan Rp 140 Miliar

Baca: Tanahlaut Dapat Jatah Pasar Koperasi, Syahrian Bakal Aktifkan Koperasi Pegawai KPR Tuntung Pandang

Baca: Mobil Dinas Dirusak Saat Meninjau Tambang Ilegal, Wagub Babel Dievakusi dengan Berjalan Kaki

Baca: Suami Istri Ditemukan Tewas Tergantung di Jembatan Labuhanbatu, Ada Luka Diduga Korban Pembunuhan

" Iya, jadi untuk realisasi fisik rata-rata di atas 60 persen atau hampir 70 persen. Itu diantaranya meliputi pengerjaan trotoar, rumah sakit, gedung depo arsip, sungai, jembatan, pju dan lainnya," jelas Arifin.

Ia juga menambahkan melainkan masih sedikitnya serapan anggaran tersebut justru karena sejumlah kontraktor yang belum melakukan penagihan pada masing-masing pengerjaan fisiknya.

Sehingga karena tolak ukur tertuju pada besaran serapan anggaran, melainkan bukan pada realisasi fisik, inilah yang kemudian yang menjadi persoalan.

Kepala Dinas PUPR kota Banjarmasin, Arifin Noor
Kepala Dinas PUPR kota Banjarmasin, Arifin Noor (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

" Tapi kami optimis, dalam waktu dua bulan, ini bisa terserap optimal seiring pembayaran dan telah terealiasasinya fisik oleh masing-masing kontraktor tadi atau paling telat Desember nanti," jelasnya.

Arifin mengatakan dari banyaknya realisasi fisik yang pihaknya lakukan sepanjang 2019 diantaranya pemeliharaan jalan.

Baca: Buaya Gigit Tangan Wanita Ini Saat Berwudhu, Beruntung Warga Datang dan Memukuli Buaya Hingga Mati

Baca: Lagi, Raffi Ahmad Marah Soal Video Syur Mirip Nagita Slavina! Ibu Aurel, Ashanty Beri Pesan Ini

Baca: Bos Yakuza Jepang Bebas dari Penjara, Dikawal 50 Orang, Ingin Satukan Semua Pecahan Yamaguchigumi

Menyasar rata-rata akses di kawasan wisata dan perbatasan, ia juga mengatakan pemeliharaan tersebut menggunakan penanganan berbeda-beda.

" Iya tergantung kondisi jalan, diantaranya teknik pengupasan yang kemudian melapisinya kembali dengan aspal dan ada juga penggantian sub-base sekaligus pengupasan aspal," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved