Berita Banjarbaru

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Pertama Kampus Uniska Banjarmasin, Masa Kecil Abd Malik Dipanggil si Doel

Untuk pertama kalinya, Kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin memiliki guru besar.

banjarmasinpost.co.id/aprianto
Suasana saat prof Abd Malik melakukan orasi ilmiah. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU-Untuk pertama kalinya, Kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin memiliki guru besar.

Sidang terbuka senat Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin sekaligus Upacara pengukuhan Guru Besar Prof Abd Malik S.Pt.,M.Si.,Ph.D digelar di Novotel Banjarbaru, Sabtu, (2/11).

Prof And Malik merupakan guru besar dalam bidang ilmu reproduksi ternak yang pertama kali dimiliki Uniska Banjarmasin.

Pada kesempatan itu, Prof Abd Malik yang saat masa kecilnya dipanggil si Doel juga berkesempatan mengampaikan orasi ilmiah dengan judul optimalisasi efisiensi reproduksi melalui resingkronisasi estrus dalam upaya meningkatkan populasi sapi potong.

Baca: Gelar Razia ke Hotel, Karaoke Hingga Kos-kosan, Satpol PP Banjarbaru Sita 240 Botol Alkohol

Baca: Maju Pilkada Kalsel 2020 Jalur Independen, Pasangan Calon Wajib Siapkan 243.880 Bukti Dukungan

Baca: Profil Mochamad Iriawan atau Iwan Bule Ketua Umum PSSI 2019-2023, Pernah Tangani Kasus Ketua KPK

Baca: Live Mola TV! Live Streaming Aston Villa vs Liverpool Siaran Langsung TVRI Liga Inggris Malam Ini

Berdasarkan paparan dan hasil kesimpilan pada orasi ilmiah itu, disebutkannya harus ada strategi yang perlu dilakukan untuk
mengoptimalkan efisiensi reproduksi sapi potong di Propinsi Kalimantan Selatan dan Indonesia pada umumnya untuk mendukung percepatan swasembada daging nasional.

Peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak terus meningkat seiring
dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan laju pertumbuhan penduduk sehingga diperlukan usaha untuk mengantisipasinya.

Peningkatan ensiensi reproduksi, harus terus diupayakan seperti singkronisasi dan resingkronisasi guna meningkatkan populasi sapi potong sehingga ketergantungan impor bisa ditekan setiap tahunnya.

Perluasan pelaksanaa singkronisasi yang dilanjutkan dengan resingkronisasi estrus tahap I, II, III dan seterusnya bagi sapi yang tidak bunting pasca pemeriksaan kebuntingan dini merupakan upaya yang harus disosialisasikan untuk memperpendek calving interval pada sapi potong.

"Terus mengembangkan dan memanfaatan teknologi peternakan serta melakukan pendampingan terutama pada pemanfaatan teknologi reproduksi, pakan, kesehatan hewan, dan tatalaksana pemeliharaan yang ramah
lingkungan, murah dan mudah dilaksanakan oleh peternak," katanya.

Singkronisasi yang dilanjutkan dengan resingkronisasi estrus sampai pada
tahap II tidak menunjukkan perbedaan terhadap profile estrus, angka kebuntingan dan profile hormone reproduksi.

Namun perlu dilakukan kajian penunjang lainnya terutama dengan mengkombinasikan penambahan pakan
tambahan seperti UM3B guna mendorong keberhasilan program tersebut.

Pada kesempatan itu, Guru Besar ini juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensupport, memotivasi dan mendukung hingga berhasil mengemban sebagai guru besar di bidang ilmu reproduksi ternak pada program studi peternakan fakultas pertanian Uniska Banjarmasin.

"Khusus kepada kedua orang tua saya, Ayahanda Munandar (alm) dan Ibunda Tasmani (alm) dengan keterbatasan ekonomi keluarga beliau terus berusaha untuk mendidik kami dengan sabar dan tulus," katanya seraya air matanya mengalir.

Baca: Sering Ujicoba dengan Tim Lokal, Frans Tidak Takut Pemain Martapura FC Cedera

Baca: Tawarkan 100 Wanita Prostitusi Online, Begini Sosok Soni Dewangga Mucikari eks Finalis Pariwisata

Baca: Akhirnya 7 Calon Ketua Umum Mundur dari KLB PSSI, 3 Sosok Ini yang Tersisa

Dikatakannya semua bimbingannya, kasih sayang, doa, pengorbanan moril dan material yang tidak mengenal lelah, yang dimulai pada saat melahirkan, membesarkan, menasehati serta selalu mendorong agar selalu menjadi lebih baik.

Hadir pada upacara pengukuhan ini Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Ketua yayasan Kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin H Gusti Irhamni dan sejumlah guru besar, dosen dari berbagai kampus di Kalsel.(banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved