Berita Batola

Dinas Pertanian Batola Minta Petani Pangkas Pohon Jeruknya, Ini Tujuannya

DINAS Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Batola, mengharapkan para petani jeruk di tahap awal penanaman jeruk itu jangan dibuahkan banyak.

Dinas Pertanian Batola Minta Petani Pangkas Pohon Jeruknya, Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
SEORANG petani di Jalan Panglima Batur RT 18 RW 4 Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, melihat kondisi pohon jeruknya pada musim kemarau ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - DINAS Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola, mengharapkan para petani jeruk di tahap awal penanaman jeruk itu jangan dibuahkan terlalu banyak dulu.

Jika usia pohon jeruk itu baru dua tahun sudah dibuahkan terlalu banyak, maka pohonnya akan kerdil.

“Dahan pohon itu perlu dipangkas dulu. Umur ideal pohon jeruk untuk melaksanakan pembuahan itu pada usia tiga tahun,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola, Murniati, Minggu (3/11/19).

Menurutnya, ada SOP sendiri untuk pemangkasan pohon jeruk dan ada beberapa kelompok tani itu dilatih untuk sekolah lapang, yakni sekitar 25 petani jeruk.

Baca: Malam Minggu, 303 Pelanggar Lalulintas Terjaring Operasi Zebra Intan 2019 Digelar Polres Banjarbaru

Nah, dari 25 petani jeruk itu nantinya menularkan ilmu pemangkasan jeruk ke petani lainnya.

“Jika petani terlalu dini membuahkan jeruk, maka biasanya pada umur 6 tahun pohon jeruk sudah mati,” katanya.

Menurut Murniat memasiuki musim kemaru seperti ini seharusnya tanaman jeruk masih bisa bertahan saja. Kecuali jika tanaman jeruk itu mengalami berbulan-bulan kekeringan bisa saja mati.

“Ada faktor lain juga tanaman jeruk itu mati karena faktor kebakaran lahan,” katanya.

Ditambahkannya, jika memang di sekitar lahan pertanian jeruk itu ada aliran sungai, maka bisa saja menggunakan pompa untuk mengairi sawah. Selain itu, petani itu bisa menggunakan sistem pengairan infus dengan menggunakan botol air mineral.

“Botol air mineral ini dibalik dan ditancapkan di tanah dengan lubang kecil sehingga air bisa menitik kecil ke dalan tanah. Sistem infus ini air dalam botol ini bisa bertahan satu minggu,” katanya,

Baca: Tak Lulus Tes CPNS Tahun Lalu, BKD Batola Himbau Peserta Coba Akhir Tahun 2019 Ini

Menurutnya, pohon jeruk itu untuk pemeliharaan berikutnya perlu pupuk organik agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang manis. Dengan pupuk organik, maka tanah akan menjadi lebih lemah sehingga bisa menyimpan air.

Dipaparkannya, luas tanam untuk jeruk di kabupaten Batola itu mencapai 7.000 hektar lebih dan luas tanam sekitar 5.000 hektar. Untuk panen jeruk itu bisa dilakukan setiap hari dengan catatan bisa pandai mengatur jadwal panen.

“Tanaman jeruk itu justru perlu lebih banyak sinar matahari agar buahnya menjadi lebih bagus. Dengan sinar matahari jamur-jamur tidak ada dan seharusnya hasil buah jeruk itu manis. Bukan masam,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved