Berita Banjarmasin

Gugatannya Digugurkan DKPP RI, Adhariani Berniat Upayakan Praperadilan

Gugatan Adhariani terhadap Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Koordinator Gakkumdu

Gugatannya Digugurkan DKPP RI, Adhariani Berniat Upayakan Praperadilan
banjarmasinpost.co.id/acm
Suasana Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu oleh DKPP di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gugatan Adhariani terhadap Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Koordinator Gakkumdu Kalsel, Azhar Ridhanie dengan dugaan pelanggaran kode etik digugurkan oleh DKPP RI.

Kasus ini berawal saat Adhariani menilai ada kejanggalan pada penanganan yang dilakukan Bawaslu dan Gakkumdu Kalsel atas laporannya terkait dugaan adanya praktek money politic pada Pemilu 2019 lalu.

Ia kecewa laporan atas dugaan praktik money politic yang disampaikannya ke Bawaslu Kalsel tidak dilanjutkan dan digugurkan oleh Sentra Gakkumdu Kalsel.

Walau menyatakan menerima keputusan DKPP tersebut dengan lapang dada, namun Adhariani berencana melakukan upaya hukum lain untuk membuktikan pendapatnya.

Baca: Kondisi Avriellia Shaqqila Kini, Model Ditangkap Bersama Vanessa Angel di Kasus Prostitusi Artis

Baca: Protes Melaney ke Medina Zein Soal Pilih Istri Irwansyah, Zaskia Sungkar atau Laudya Cynthia Bella?

Baca: Sebelum Rossa, Vidi Aldiano dan Bubah Alfian, Melly Goeslaw Meradang Karena Teman Sule, Nunung

Dijelaskan Adhariani, pihaknya akan mencoba tempuh upaya praperadilan di Pengadilan Negeri terkait kasus tersebut.

Pasalnya, Ia menilai dengan digugurkannya laporannya atas dugaan praktik money politic sebelumnya, maka ada kekosongan hukum atas laporannya tersebut.

"Ini ada kekosongan hukum, di UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu tidak ada upaya dari UU itu yang namanya praperadilan. Ini supaya upaya hukum itu tidak habis di Gakkumdu saja," kata Adhariani saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (3/11/2019).

Tak hanya sampai disitu, Adhariani nyatakan jika upaya tersebut juga tak berhasil, maka Ia berencana akan tempuh upaya hukum lainnya bahkan hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sedangkan Bawaslu Provinsi Kalsel melalui Kasubag Hukum dan Humas Bawaslu Provinsi Kalsel, Doddy Yulihartanto dalam pers rilisnya menyatakan berterimakasih kepada DKPP RI yang telah memberikan keadilan dalam kasus ini.

"Kami meyakini bahwa pengalaman ini dapat menjadi pelajaran dan pendewasaan bagi semua pihak dalam proses berdemokrasi. Karena tidak semua medan pertempuran bisa kita menangkan, jika pun kalah tidaklah elok untuk menyimpan dendam," kata Doddy dalam pers rilis Bawaslu Provinsi Kalsel.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved