Berita Kalteng

Hindari Klaim Provinsi Lain, Pemerintah Pasang Label untuk Beras Produksi Kalteng

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memprotek hasil tanaman padi produksi petani lokal yang selama ini banyak dibeli oleh pengusaha luar Kalteng

Hindari Klaim Provinsi Lain, Pemerintah Pasang Label untuk Beras Produksi Kalteng
tribunkalteng.co/fathurahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memprotek hasil tanaman padi produksi petani lokal yang selama ini banyak dibeli oleh pengusaha luar Kalteng kemudian dijual namun menggunakan label daerah lain.

Hal ini sering terjadi di Kalteng karena selama ini kurangnya perhatian pemerintah terhadap pemasaran hasil tanaman padi milik petani lokal.

Karena kesulitan memasarkan hasil pertanian tersebut, petani lebih memilih menjual hasil tanaman padi kepada pengumpul dari luar Kalteng.

Petani Lempuyang Kotim, Mardi, mengatakan pihaknya selama ini memang sering menjual hasil pertanian kepada pengumpul dari Kalsel, karena harga yang ditawarkan cukup tinggi.

Baca: Akhirnya Merry Kembali ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dipikirkan Lagi, Orang Ini Penyebabnya

Baca: Krisdayanti Merasa Ditipu Raul Lemos Usai Tinggalkan Anang Hermansyah yang Kini Suami Ashanty

Baca: Tabiat Asli Hotman Paris Dibongkar Nelayan yang Tolak Pemberian Uang Seteru Farhat Abbas Itu

"Mereka bahkan berani berikan uang panjar duluan sebelum panen," ujarnya.

Bagi petani yang diharapkan, pemerintah bisa mempermudah akses infrastruktur untuk penjualan hasil panen padi mereka ke pasaran, dan ingin agar ada yang memfasilitasinya dari pemerintah untuk menampung hasil padi dengan harga yang layak, sehingga petani tidak lagi menjualnya ke pihak luar Kalteng.

Sebelumnya, Kepala Bulog Kalteng, Faisal, mengatakan, pihaknya turut membantu membeli beras lokal Kalteng, untuk membantu petani agar hasil panen padi lokal tetap dibeli.

Bahkan pihaknya juga membangun pasar rakyat untuk penjualan hasil pertanian petani lokal.

Sementara itu, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, hadir kegiatan panen, tanam dan olah lahan padi serta santap pagi di Lahan Tanaman Padi di Kelurahan Tanjung Pinang (Depan Bandar Udara Tjilik Riwut) Palangkaraya, Minggu (3/11/2019).

Dia membenarkan selama ini banyak, petani yang menjual hasil pertaniannya kepada pengepul dari luar Kalteng, sehingga saat dijual ke pasaran, beras dilabel bukan dari Kalteng tetapi dari luar Kalteng.

"Ini yang kita ubah saat ini beras Kateng sudah berlabel asal Kalteng.

"Ini penting, karena sebenarnya kita selalu surplus beras, tetapi kerena dijual keluar maka labelnya berganti bukan produksi petani Kalteng, tapi dari luar Kalteng. Tapi saat ini padi dari Petani Kalteng, dijual ke pasaran dengan label Kalteng," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved