Berita Jakarta

KPK Dipimpin Jenderal Polisi Aktif, Novel Baswedan : Contoh Singapura, Hongkong, dan Australia.

Menurut Novel Baswedan, ketiga negara tersebut bisa sukses karena memiliki lembaga semacam KPK yang benar-benar memiliki tingkat independensi tinggi.

KPK Dipimpin Jenderal Polisi Aktif, Novel Baswedan : Contoh Singapura, Hongkong, dan Australia.
(ANTARA FOTO/MONALISA)
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8/2017). 

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan program kerja prioritas di pemerintahan periode keduanya yaitu di bidang ekonomi.

"Gakkum (penegakan hukum) harusnya prioritas tapi saya enggak tahu kenapa Presiden tidak menjadi prioritas masalah penegakan hukum," ujar Novel.

"Kalau sektor ekonomi mau dibangun, seperti apapun penegakan hukumnya bermasalah, bolong di mana-mana, sektor politik, sektor sosial yang ada ngakalin," tambahnya.

Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Di tengah berlangsungnya pemeriksaan kadis-kadis Kota Medan oleh KPK di Kejaksaan Tinggi Sumut, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menagih janji Presiden Joko Widodo yang kembali membentuk tim pencari fakta dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Naswedan.

Sebab hingga kini belum juga terungkap siapa pelaku penyerangan terhadap Novel.

Baca: Perubahan Mendadak SBY Sepeninggal Ani Yudhoyono Diungkap Annisa Pohan, Doa Istri AHY Banjir Pujian

Baca: Perintahkan Penegak Hukum Termasuk KPK Tak Ganggu Investasi, Jokowi : Jangan Sampai Dibajak Mafia

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap, ia menyampaikan dengan pelantikannya Kapolri yang baru Idham Azis yang dilantik pada hari ini, yang mana diungkapkan oleh Idham Azis sendiri, bahwa kasus pertama yang akan diungkap adalah kasus Novel Baswedan.

"Apalagi hari ini kan kami mengucapkan selamat Bapak Kapolri Idham Azis yang dilantik, dan apalagi beliau  sudah menyampaikan bahwa, akan menunjuk Kabereskrim yang baru, dan tugas utamanya adalah kasus bang Novel," ucap Yudi Purnomo Harahap di Kejaksaan Tinggi Sumut, Jumat (1/11/2019).

"Ya bagi kami, Pak Idham Azis sendiri sudah mempunyai hubungan yang baik dengan saya Ketua Badan Pegawai khususnya, untuk berkoordinasi, karena Pak Idham Azis sendiri, dari masa ia masih Kapolda, Kabareskrim, tentu sudah memahami anatomi dari kasus bang Novel. Sehingga akan lebih cepat dalam kasus bang Novel," sambungnya.

Kemudian, sambung pria barambut pendek ini, terkait dengan telah selesai masa perintah dari Pak Jokowi yang tiga bulan, tentunya ia berharap Pak Jokowi untuk mengevaluasi apa yang terjadi, dan berharap Pak Jokowi sekarang membentuk tim gabungan mencari fakta.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved