Berita Banjarmasin

Rumah Janda Berusia 120 tahun di Banjarmasin Ambruk, Kondisinya Menyedihkan

Sabariah seorang janda di Banjarmasin yang mengaku berusia 120 tahun harus menghadapi kenyataan pahit. Rumah tanpa listrik yang ditinggalinya ambruk

Rumah Janda Berusia 120 tahun di Banjarmasin Ambruk, Kondisinya Menyedihkan
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Sabariah perempuan berusia 120 tahun yang tinggal di rumah sebagian ambruk di RT 17 Kelurahan Antasan Kecil Timur Dalam Kecamatan Banjarmasin Utara. 

BANJARMASINPOST.CO,ID, BANJARMASIN - Manusia mana yang tak ingin masa senjanya, bisa dilalui dengan bahagia. Hal itu pula yang pernah diimpikan Sabariah, warga Antasan Kecil Timur (AKT) Dalam RT 17 Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel.

Terlebih telah dianugerahi empat orang anak yang satu diantaranya masih dalam kandungan kala itu, Sabariah pun turut berjuang demi membesarkan darah dagingnya dengan membantu beban suami tercinta.

Meskipun sayang, takdirnya kala itu justru berkata lain. Bahkan belum sempat melihat anak bungsunya lahir ke dunia saat itu, suami Sabariah justru lebih dulu meninggalkannya karena dipanggil Sang Ilahi.

Atas kondisi itu pula, meski berat disandangnya namun semangat Sabariah tidak luntur. Ia justru rela membanting tulang demi menjadi penyangga ekonomi keluarga.

Baca: Dua Rumah Makan Terkenal Main Pesugihan Kata Roy Kiyoshi & Anak Indigo Dephienna ke Roby Purba

Baca: Bikin Resah, Belasan Pelajar Ngamar di Kos Digerebek, Ada yang Berpasangan dan Juga Ditemukan Miras

Baca: Perubahan Mendadak SBY Sepeninggal Ani Yudhoyono Diungkap Annisa Pohan, Doa Istri AHY Banjir Pujian

Baca: Sungai Amandit Kabupaten HSS Surut, Penjual Bambu dari Loksado Sering Bermalam di Lanting

" Iya setelah itu saya bekerja sendiri untuk membesarkan empat orang anak saya. Waktu itu apa saja dikerjain, seperti terima cucian, bantu-bantu tetangga dan lain sebagainya. Lumayan lah, sebulan dapat Rp 20 sampai Rp 30 ribu," ungkapnya.

Hingga pada saatnya, lagi-lagi kesabaran perempuan beranak empat itu pun diuji. Ia harus rela ditinggalkan satu persatu buah hatinya lantaran meninggal dunia hingga menyisakan seorang putra, Abdul Manap.

" Iya, awalnya anak saya ada empat. Tapi Abdul manan di usia 40 tahun meninggal dunia, kemudian disusul anak kedua kami mansyah 14 tahun, dan terakhir Nuriah 7 tahun yang juga meninggal dunia karena sakit. Tinggal kini Abdul Manap," jelasnya.

Meski telah menggantungkan seluruh asanya kepada seorang putra yang masih tersisa, namun ternyata semesta tetap berkata lain. Kehidupan keduanya kini tidak semanis seperti diimpikan.

Di dalam bilik kayu yang lusuh bahkan sebagian roboh itulah, perempuan yang telah mengaku berusia 120 tahun itu menyimpan sunyi setiap harinya.

Apalagi di malam hari, rumahnya yang tanpa aliran listrik, membuat Sabariah pun hanya menggunakan lampu templok sebagai penerang aktivitas kecilnya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved