Berita Batola

Sepanjang 2019, di Batola Hanya Ada Satu Penderita Gizi Buruk

Dinas kesehatan Kabupaten Batola terus berjuang menekan angka pertumbuhan gizi buruk di 17 kecamatan.

Sepanjang 2019, di Batola Hanya Ada Satu Penderita Gizi Buruk
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola dr Azizah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas kesehatan Kabupaten Batola terus berjuang menekan angka pertumbuhan gizi buruk di 17 kecamatan.

Pada 2018 ada empat penderita gizi buruk dan pada 2019 hanya ada satu penderita gizi buruk yang dirawat.

“Penyakit gizi buruk yang dirawat itu pun karena penyakit HIV. Tahun 2019 hanya ada satu kasus gizi buruk,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batola, dr Azizah, Minggu (3/11/19).

Menurut Azizah, untuk kasus gizi buruk non klinik itu dirawat oleh petugas di puskemas masih dalam kategori ringan dan cepat pemulihan kesehatannya.

Baca: Akhirnya Merry Kembali ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dipikirkan Lagi, Orang Ini Penyebabnya

Baca: Krisdayanti Merasa Ditipu Raul Lemos Usai Tinggalkan Anang Hermansyah yang Kini Suami Ashanty

Baca: Tabiat Asli Hotman Paris Dibongkar Nelayan yang Tolak Pemberian Uang Seteru Farhat Abbas Itu

Untuk gizi buruk dengan penyakit tertentu, maka penanganannya harus ke rumah sakit.

“Pada 2018 ada empat kasus gizi buruk dan pada 2017 ada enam kasus gizi buruk,” katanya.

Menurutnya, kasus gizi buruk itu karena pemenuhan kebutuhan gizinya sangat jelek sekali.

Faktornya, penyebab karena masalah ekonomi bawah.

Penyakit gizi buruk sangat jarang bersumber dari keluarga mampu.

“Biasanya kasus gizi buruk itu dari keluarga tidak mampu,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved