Berita Kabupaten Banjar

Tahura Sultan Adam Dibuka, Jalan Menuju Puncak Panorama dan Pesanggarahan Masih Ditutup

Meski telah dibukanya objek wisata alam ini, belum semua spot bisa dinikmati oleh pengunjung.

Tahura Sultan Adam Dibuka, Jalan Menuju Puncak Panorama dan Pesanggarahan Masih Ditutup
Foto Tahura sultan Adam
pembuatan jalur 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ekowisata Tahura Sultan Adam Mandiangin kembali di buka untuk umum, terhitung Sabtu (2/11).

Meski telah dibukanya objek wisata alam ini, belum semua spot bisa dinikmati oleh pengunjung.

Mendengar kabar Tahura Sultan Adam Mandiangin telah dibuka tentu disambut antusias masyarakat.

"Alhamdulillah ,semoga kami bisa ke sana lagi," ucap Eni dari Martapura.

Kendati belum semua spot bisa dikunjungi hal itu tak masalah, karena masih bisa menikmati spot lainnya yang bisa dikunjungi.

Baca: Bikin Suami Irish Bella, Ammar Zoni Nangis, Kondisi Terkini Dylan Carr yang Kecelakaan Terungkap

Baca: Sebelum Rossa, Vidi Aldiano dan Bubah Alfian, Melly Goeslaw Meradang Karena Teman Sule, Nunung

Baca: Musibah Rina Nose yang Baru Menikahi Josscy Aartsen, Teman Sule & Andre Taulany Adukan Hal Ini

Baca: Kondisi Avriellia Shaqqila Kini, Model Ditangkap Bersama Vanessa Angel di Kasus Prostitusi Artis

Kepala Tahura Sultan Adam, Rahmad Riansyah melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha H Paisal Riza membenarkan bahwa ekowisata Tahura Sultan Adam telah dibuka untuk umum namun tidak semua spot dibuka.

"Sementara sesuai arahan pimpinan hanya sebagian spot yang bisa di kunjungi seperti Plaza Soeharto, Habituasi Satwa, sampai arboretum bambu dan ini tetap dalam pengawasan ketat kami, mengingat ada pekerjaan pelebaran jalan dan pekerjaan rehab kolam belanda," kata H Paisal.

Dikatakannya untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan maka jalan menuju puncak panorama dan pesanggarahan sementara ditutup.

H. Paisal juga menambahkan saat ini sudah mulai ada hujan namun belum merata dan masih berpotensi terjadinya karhutla di Tahura Sultan Adam Mandiangin ini.

"Kami tidak mau setelah beberapa bulan terakhir sudah menjaga dan mencegah terjadi kebakaran hutan di Tahura SA Mandiangin, namun di pengujung musim kemarau kami kecolongan yang mengakibatkan terjadi Karhutla, maka sia-sia perjuangan kami selama ini," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved