PT Adaro Indonesia

Tiga Hari Ikuti Rungkuk Meratus, Pegiaat Kebudayaan Ini Rasakan Interaksi Masyarakat Dayak Pitap

Kegiatan Rungkuk Meratus nampaknya juga memberikan daya tarik bagi para pegiat budaya. Bahkan beberapa di antaranya turut terlibat dalam perhelatan it

banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Tarian traditional dari warga desa setempat yang dipersembahkan pada acara penutupan Rungkuk Meratus di Desa Ajung, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Event Rungkuk Meratus yang diadakan di Desa Ajung, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan, Kalsel, resmi berakhir, Minggu (3/10/2019).

Acara penutupan, diakhiri beberapa tarian yang menggambarkan budaya bercocok tanam suku dayak Pitap. Selain itu ada pula penampilan mandi api dari masyarakat setempat.

Beberapa tamu undangan berhadir pada moment terakhir acara yang mengusung konsep pengenalan tradisi budaya masyarakat Dayak Pitap tersebut.

Di antaranya Section Head wilayah II CSR PT Adaro Indonesia, Heriansyah, pihak kepolisian yang mewakili Polres Balangan, Dewan Adat Dayak Pitap dan Camat Tebingtinggi.

Secara simbolis, para pejabat ini juga ikut bercocok tanam atau manugal pada lahan yang akan ditanami di Desa Ajung. Selain itu mereka juga melakukan penanaman pohon durian yang diharapkan membuat ladang itu rimbun nantinya.

Kegiatan Rungkuk Meratus nampaknya juga memberikan daya tarik bagi para pegiat budaya. Bahkan beberapa di antaranya turut terlibat dalam perhelatan yang rencananya akan digelar berkelanjutan tersebut.

Penggiat kebudayaan dari Jogjakarta, Budhi Hermanto mengatakan, ada daya tarik tersendiri perihal mengenal budaya dan tradisi dari masyarakat Dayak Pitap.

Sejumlah tenda nampak berdiri pada event alam Rungkuk Meratus di Desa Ajung, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan , Kalsel
Sejumlah tenda nampak berdiri pada event alam Rungkuk Meratus di Desa Ajung, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan , Kalsel (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Selama tiga hari dua malam mengikuti kegiatan, membuat dirinya lebih intens berinteraksi dengan masyarakat Pegunungan Meratus tersebut.

Ia bahkan ikut tidur bersama warga setempat dan merasakan secara langsung bagaimana kehidupan penduduk setempat.

"Karena kegiatannya di alam, jadi segala halnya menarik. Saya mandi di sungai dan airnya bersih. Kemudian, panitia juga menyediakan toilet untuk umum," ucap Pegiat Yayasan Umar Kayam ini.

Sementara dari segi kebudayaan ucap Budi, yang paling menarik ialah cara bercocok tanam masyarakat suku Dayak Pitap. Terlebih, penduduk setempat bekerjasama untuk mengolah lahan dan melakukan penanaman atau manugal.

Peserta bersantai di event alam Rungkuk Meratus di Desa Ajung, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan , Kalsel
Peserta bersantai di event alam Rungkuk Meratus di Desa Ajung, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan , Kalsel (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Lantas, ia pun berharap agar kegiatan tersebut berkelanjutan dan bisa mengenalkan kebudayaan kepada masyarakat luar. Mengajak masyarakat luar lebih tahu tentang tradisi budaya Dayak Pitap.

Apalagi panitia penyelenggara kegiatan tersebut yakni dikelola langsung oleh Pokdarwis Desa Ajung. Tentunya dalam pembinaan tim CSR PT Adaro yang turut terlibat dalam kegiatan.(AOL)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved