Berita Kalteng

Gas Melon Sulit Didapat di Palangkaraya, Warga Antre Sejak Malam Hari

Warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sejak beberapa hari ini semakin sulit, mendapatkan gas LPG bersubsidi tiga kilogram.

Gas Melon Sulit Didapat di Palangkaraya, Warga Antre Sejak Malam Hari
tribunkalteng.co/fathurahman
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin saat sidak di Pasar Kahayan, Palangkaraya, beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sejak beberapa hari ini semakin sulit, mendapatkan gas LPG bersubsidi tiga kilogram.

Di tingkat eceran harga gas melon tersebut, rata-rata dijual Rp30 ribu pertabungnya.

Warga sudah antre panjang untuk mendapatkan gas bersubsidi di pangkalan pada malam hari, karena tabung gas sudah disusun padahal pembagian dilakukan pagi harinya.

"Antre pembelian gas LPG bersubsidi di pangkalan sejak malam hari, padahal dibagikan esok paginya," ujar Yundhi, salah satu warga Jalan Rajawali Palangkaraya, Senin (4/11/2019).

Baca: VIRAL Ahok BTP Dicalonkan Jadi Dewan Pengawas KPK, Jokowi Bakal Tunjuk Langsung DP KPK

Baca: Sosok Suami Baru Lina, Mantan Istri Sule yang Menikah Lagi, Ibu Rizky Febian Tak Kasih Kabar?

Baca: Faisal Nasimuddin Datang ke Banten, Luna Maya Lakukan Ini pada Postingan Konglomerat Malaysia Itu

Soal melambungnya harga LPG bersubsidi tiga kilogram ini juga dibahas dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, karena banyaknya keluhan warga terkait tidak terkendalinya harga tingkat eceran.

Padahal, Pemko Palangkaraya sudah menetapkan gas tersebut sesuai HET pertabung Rp17.500 untuk pangkalan.

Perwakilan Dinas ESDM Kalteng, Adietya Diadman, mengungkapkan, HET yang ditetapkan hanya pada tingkat pangkalan, sedangkan untuk eceran maupun toko sesuai surat edaran Gubernur Kalteng, pangkalan dilarang menjual gas LPG kepada eceran di kios atau toko.

"Kami sudah melakukan rapat bersama pihak kepolisian dan Disperindag yang akan melakukan penindakan terkait penjualan LPG tingkat eceran tersebut, setelah dilakukan sosialisasi. Karena LPG tiga kilogram dilarang dijual di tingkat eceran. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi, nanti akan ada penindakan," ujarnya.

Bukan hanya itu, pihaknya bersama PT Pertamina dan Disperindag juga kepolisian akan menindak pangkalan yang masih membandelmenjual harga Gas LPG bersubsidi di atas HET yang ditetapkan.

"Silakan lapor kepada kami atau PT Pertamina bila ada pangkalan yang menjual gas LPG di atas HET, akan kami tindak," ujarnya.

banjarmasinpost.ci.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved