Berita Kabupaten Banjar

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Patimah Pasrah dan Bertahan Budi Pilih Berhenti

Peserta yang menghendaki penurunan kelas rawat bisa dilakukan ke kantor cabang, kantor kabupaten-kota BPJS Kesehatan, Mall Pelayanan Publik

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Patimah Pasrah dan Bertahan Budi Pilih Berhenti
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Suasana BPJS kesehatan Kabupaten Banjar sudah ada antrean begitu pintu terbuka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mulai 1 Januari 2020, iuran BPJS Kesehatan naik hingga lebih dari dua kali lipat.

Peserta yang menghendaki penurunan kelas rawat bisa dilakukan ke kantor cabang, kantor kabupaten-kota BPJS Kesehatan, Mall Pelayanan Publik, atau Mobile Customer Service.

Bila ingin lebih ringkas peserta juga bisa mengajukan penurunan kelas kepesertaan dengan menelpon BPJS Kesehatan Care Center di 1500 400 atau mengunduh aplikasi Mobile JKN di ponsel pintar lalu klik menu ubah data peserta yang diikuti memasukkan data perubahan.

Warga Martapura Barat Patimah juga mengeluhkan iuran BPJS Kesehatan naik hingga lebih dari dua kali lipat ini, dia pilih bertahan saja.

Mau tidak mau kenyataan ini harus dia terima.

Baca: Pernikahan Sule Diumumkan Rizky Febian Pasca Kabar Lina Punya Suami Baru, dengan Naomi Zaskia?

Baca: Uya Kuya Komentari Hubungan Nikita Mirzani & Betsalel Fdida, Teman Barbie Kumalasari Sebut Soal Umur

Baca: Balasan Ashanty ke Krisdayanti yang Ucapkan Ini Saat Ultah, Ulah Azriel Buat Aurel Hermansyah Nangis

Baca: Sosok Suami Baru Lina, Mantan Istri Sule yang Menikah Lagi, Ibu Rizky Febian Tak Kasih Kabar?

"Saya kelas tiga, soal kenaikan menjadi beban karena naik nya langsung 100 persen. Biasa iuran 25.500 kalau bayar di minimarket jadi Rp 28.000 per bulannya. Ya nanti naik, seandainya kenaikan itu bertahap mungkin tidak jadi beban. Apakah dengan kenaikan itu pelayanannya lebih dimaksimalkan lagi. Saya pribadi tetap bertahan saja karena harus berobat tiap bulan," kata dia.

Patimah berharap kalau bisa biayanya tidak jadi dinaikkan, tapi kalau memang harus naik juga agar jangan sampai 100 persen, juga kenaikan harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan.

Lain halnya dengan yang dirasakan Budi, warga Martapura ini terpaksa tidak lagi ikut serta BPJS.

"Iya, kenaikan iuran sangat tidak efisien, apa lagi kita warga yang kurang mampu dengan adanya kenaikan hampir 2X lipat ini. Saya tidak lagi ikut, kenaikan dengan tarif hampir 2X lipat, pendapatan kita juga tidak menentu dalam satu bulan," katanya.

Reporter banjarmasinpost.co.id, Senin (4/11) mendatangi BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Banjar di jalan Menteri 4.

Halaman
123
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved