Ekonomi dan Bisnis

Pembobolan Dana Nasabah di BTN, Simpanan SAN Finance Raib Rp 110 Miliar, Begini Kronologinya

Kasus pembobolan dana di perbankan kembali terjadi. Kali ini, pembobolan dana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebesar Rp 110 miliar.

Pembobolan Dana Nasabah di BTN, Simpanan SAN Finance Raib Rp 110 Miliar, Begini Kronologinya
KONTAN
Pembobolan dana nasabah ratusan miliar di Bank BTN menelan beberapa korban. Antara lain, PT Surya Artha Nusantara (SAN) Finance, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Asuransi Umum Mega serta Global Index Investindo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pembobolan dana nasabah terhadp di Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp 110 miliar. Kasus yang terjadi sejak 2016 ini setidaknya merugikan 4 pihak, salah satunya PT Surya Artha Nusantara Finance ( SAN Finance).

Dilansir dari Kompas.com, kasus pembobolan dana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebesar Rp 250 miliar yang dilakukan oleh oknum internal kembali mencuat.

Kasus itu setidaknya merugikan 4 pihak, salah satunya PT Surya Artha Nusantara Finance ( SAN Finance).

Legal, Corporate Secretary & Compliance Department Head SAN Finance Davin Susanto mengatakan, kasus bermula saat SAN Finance melakukan penempatan dana di BTN tahun 2016.

Dana sebesar Rp 250 miliar ditempatkan dalam 3 tahap, yaitu Rp 200 miliar pada tanggal 29 September 2016, Rp 8 miliar tanggal 9 November 2016, dan Rp 42 miliar tanggal 10 November 2016

Baca: Bantu Faradiba Yusuf Gelapkan Dana Nasabah BNI Ambon Rp 58,9 M, Tiga Pimpinan KCP Jadi Tersangka

Selang sebulan pada tanggal 20 Desember 2016, BTN menginformasikan kepada SAN Finance mengenai dana yang tersisa di tabungan giro hanya sebesar Rp 140 miliar. Artinya, ada kehilangan sebesar Rp 110 miliar.

"Akhirnya SAN Finance mengambil dananya kembali sebesar Rp 140 miliar. Sementara Rp 110 miliar belum kembali hingga kini," kata Davin Susanto di Menara FIF Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dari situ, akhirnya pihak SAN Finance mengajukan gugatan pada Maret 2017. Sayangnya putusan itu tidak dapat diterima.

Kemudian, BTN mengajukan kembali kasasi sehingga gugatan SAN Finance kembali ditolak di awal tahun 2019.


Legal, Corporate Secretary & Compliance Department Head Davin Susanto (kanan) saat menjelaskan kronologi hilangnya dana SAN Finance di BBTN, di Menara FIF, Jakarta, Senin (4/11/2019).(KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved