Berita Jakarta

Mantan Staf JK Ungkap Mahfud MD Beri Pernyataan Berbeda di Depan Jokowi dan Media Soal Perppu KPK

Ucapan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan media berbeda.

Mantan Staf JK Ungkap Mahfud MD Beri Pernyataan Berbeda di Depan Jokowi dan Media Soal Perppu KPK
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terungkap pernyataan yang dilayangkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD terkait tuntutan Penerbitan Perppu KPK di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan media beberapa waktu lalu, berbeda.

Hal ini disampaikan mantan Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Azyumardi Azra di channel YouTube Realita TV.

Azyumardi menuturkan ucapan yang dilayangkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan media berbeda.

Hal ini terjadi saat Azyumardi, Mahfud MD bersama rombongan lainnya menemui Jokowi di istana.

Pertemuan itu guna membahas langkah yang harus diambil berkaitan dengan tuntutan Penerbitan Peraturan Pengganti Undang-Undang KPK (Perppu KPK).

Akan Ditunjuk Langsung Jokowi, Ini Usul Pimpinan KPK Mengenai Kriteria Sosok Dewan Pengawas

Dilansir TribunPapua dari channel YouTube Realita TV pada Minggu (4/11/2019) via TribunWow.com, Azyumardi menuturkan kala itu Mahfud MD yang belum menjabat menjadi Menkopolhukam memberi banyak masukan kepada Jokowi.

Mahfud MD dan tokoh lain yang memiliki kesempatan berbicara menyetujui perppu yang bisa menyelamatkan KPK.

"Revisi itu melemahkan KPK dalam berbagai seginya sehingga kemudian dengan pelemahan KPK itu maka kemudian pemberantasan korupsi, penciptaan pemerintahan yang bersih dari KKN itu tidak akan tercapai," jelas Azra.

Sehingga dalam forum disepakatilah Jokowi akan mengeluarkan perppu.

"Nah oleh karena itulah semua pembicara delapan orang itu sepakat bahwa presiden perlu mengeluarkan Perppu," sambung Azra.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved