Kriminalitas Kotabaru

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Andy Bawa Kabur Uang Korban Penipuannya Rp 67 Juta

2019, masih ada saja orang yang percaya dengan keahlian melipatgandakan uang yang berujung kehilangan uang puluhan juta.

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Andy Bawa Kabur Uang Korban Penipuannya Rp 67 Juta
humas polres kotabaru
Alat Tersangka Penipuan Penggandaan Ung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - 2019, masih ada saja orang yang percaya dengan keahlian melipatgandakan uang yang berujung kehilangan uang puluhan juta.

Seperti yang dialami Halimah (44), warga Desa Tanjung Serudung rt 2 rw 2, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Dia ditipu oleh orang yang dikenal dan sempat tinggal di rumahnya dan uang bernilai ratusan juta dibawa lari pelaku.

Usai melaporkan ke polisi, Unit besar Polres Kotabaru bersama jajaran Polsek Pulau Laut Selatan, melakukan penyelidikan dan meringkus pelaku pada Jumat (2/11/19) sekitar pukul 15.00 wita di Hotel Mutiara, Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu.

Baca: Kabar Sedih Citra Kirana Jelang Pernikahan dengan Rezky Aditya, Calon Mertua Eks Agnez Mo Alami Ini

Baca: Kemarahan Ayu Ting Ting pada Ruben Onsu yang Perlakukan Sarwendah Begini, Ibu Betrand Peto Ternyata?

Akhirnya Merry Kembali ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dipikirkan Lagi, Orang Ini Penyebabnya

Tersangka adalah Andy Muhammad Zaini (38) warga Desa Rampa Baru rt 17, Kecamatan Pulau Laut Selatan.

Kini pelaku penipuan dan penggelapan uang puluhan juta dibawa ke Polres Kotabaru pada Minggu (3/11/19) dan diproses di Polsek Pulau Laut Selatan yang dipimpin Kapolsek Ipda Amir Hasan.

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin SH SIK MM melalui Kasubbag Humas Iptu H Gatot, Selasa (5/11/19) membenarkan diringkusnya satu pelaku penipuan dan penggelapan.

"Barang bukti yang diamankan berupa tas punggung warna hitam, berisikan potongan kertas menyerupai uang, 1 set alat ritual, dua buku rekening," katanya.

Kini pelaku sudah diproses.

Penangkapan itu setelah adanya laporan dan langsung ditindaklanjuti.

Dia menjelaskan, kejadian itu diawali pada 29 Oktober pukul 06.00 wita di rumah Korban, Halimah.

Sebelumnya, pelaku sudah ikut tinggal bersama korban selama kurang lebih empat bulan.

Pelaku mengaku kepada korban bahwa bisa menggandakan uang dengan cara ritual dan meminta korban menyerahkan uang sejumlah Rp 7.000.000, dua buah ATM BRI atas nama Korban dan suaminya Wartop beserta nomor PINnya dan menyediakan kamar kosong sebagai tempat ritual.

Setelah beberapa bulan tinggal, tersangka bilang kepada korban bahwa uang hasil penggandaannya telah cukup untuk membeli mobil merk Mitsubishi Expander.

Selanjutnya korban bersama pelaku, berangkat ke Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu dengan membawa satu buah tas yang menurut pelaku berisikan uang.

Setelah sampai di Bank BRI Batulicin untuk melakukan transaksi pembayaran mobil tersebut, pelaku pamit kepada korban untuk keluar sebentar membeli air minum.

Setelah ditunggu oleh korban, tersangka tidak kunjung datang dan selanjutnya korban membuka tas tersebut dan ternyata berisikan kain kuning yang didalamnya terdapat potongan kertas.

"Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 67.000.000, masing-masing dari uang cash sebanyak Rp. 7.000.000, dari ATM BRI suami korban Rp. 50.000.000 dan korban Rp 10.000.000," katanya.

Dari peristiwa tersebut, pelaku jerat pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana kurungan minimal 5 tahun kurungan penjara.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved