Tajuk

Mewujudkan Cita-cita Afridza

Pembalap muda Indonesia, Afridza Munandar meninggal usai mengalami kecelakaan saat berlaga di Asia Talent Cup (ATC) di sirkuit Sepang Malaysia.

Mewujudkan Cita-cita Afridza
Foto AHM
Afridza Munandar berhasil merebut podium pertama di race 1 Asia Talent Cup (ATC) Seri 2 di Sirkuit Buriram , Thailand. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KABAR duka baru saja datang dari dunia balap Indonesia. Pembalap muda Indonesia, Afridza Munandar menghembuskan napas ter­akhir usai mengalami kecelakaan saat berlaga di Asia Talent Cup (ATC) di sirkuit Sepang, Sabtu (2/11/2019).

Afridza tewas saat mengikuti audisi ‘Road to Moto GP’. Afridza mengalami nahas kecelakaan di tikungan 10 lap pertama di tempat yang sama dimana pembalap Moto GP Marco Simoncelli pada 23 Oktober 2011 atau delapan tahun yang lalu mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia.

Kepergian untuk selama-lamanya pemuda 20 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini turut mengubur cita-citanya yang ingin merasakan seri balapan Moto GP .

Afridza Munandar kini memang telah tiada, namun, cita-citanya dan pengobanannya itu harus menjadi motivasi bagi pembalap muda negeri ini untuk bisa tampil di ajang balap dunia.

Harus ada anak-anak muda Indonesia lainnya yang bisa meneruskan cita-cita Afridza Munandar untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia balap internasional.

Sangat mustahil bila di negeri berpenduduk 269 juta jiwa ini, tidak terdapat talenta muda yang bisa tampil di balapan sekelas Moto GP.

Melalui pembinaan yang terarah sejak muda serta dukungan kompetisi yang intensif di tanah air, suatu saat pasti akan lahir pembalap-pembalap muda lainnya yang bisa mewujudkan cita-cita Afridza.

Apalagi, Indonesia bakal masuk kalender seri balapan Moto GP pada 2021. Saat ini, Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) di Lombok Tengah NTB tengah dibangun.

Hadirnya seri balap Moto GP di Indonesia tentu diharapkan bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda Indonesia untuk menguatkan tekad dan kemampuan untuk bisa berlaga di ajang balap internasional.

Hadirnya sirkuit balap berstandar internasional di negeri ini tentu akan sangat membantu pembinaan pembalap muda untuk bisa merasakan atmosfir balap motor internasional sekelas Moto GP. Kini, hanya tinggal kesungguhan segenap negeri ini untuk menjadikan cita-cita Afridzal menjadi sebuah kenyataan.(*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved