Berita Kalteng

Wiwi Mengaku Enam Kali Antarkan Sabu Pesanan Penghuni Lapas, Polresta Palangka Amankan 10 Tersangka

Dia mengatakan, sudah enam kali mengantarkan barang haram tersebut ke pembeli dengan imbalan uang sebesar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Wiwi Mengaku Enam Kali Antarkan Sabu Pesanan Penghuni Lapas, Polresta Palangka Amankan 10 Tersangka
tribunkalteng.com/faturahman
Para tersangka oenyalahgunaan narkoba saat ekspos di Mapolresta Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Jajaran Satnarkoba Polres Palangkaraya, Kalimantan Tengah, melakukan operasi antik selama enam belas hari berhasil mengamankan sebanyak sembilan pengguna dan satu pengedar, enam orang pelaku di antaranya dihadirkan dalam ekspos di Mapolres Palangkaraya, Senin (4/11/2019).

Pelaku yang terjaring operasi tersebut antara lain, Wiwi Hidayati, Romi Indrawan, Andre Atella, Zakaria, Jonatan Chrispelix dan Ali Zaenal Abidin dengan barang bukti narkoba berupa sabu berat total sepuluh paket dalam operasi selama enam belas hari tersebut, hingga , Selasa (5/11/2019) barang bukti dan pelaku masih diamankan di Mapolresta Palangkaraya.

Wiwi Hidayati, salah satu pelaku mengatakan, menjadi kurir sabu lantaran terbelit masalah ekonomi, yang didera keluarganya.

BREAKING NEWS - Minibus Bus Tabrak Dump Truk di Depan Kantor Basarnas Landasan Ulin Banjarbaru

Fakta Jasad Dikubur di Mushala, Kecurigaan Anak dan Pengakuan Ibu, 3 Orang Minta Perlindungan Polisi

"Saya ini hanya tukang antar saja pak, ketika disuruh antar barang dan diberikan upah saya kerjakan, karena saya dan keluarga perlu makan, anak saya tiga orang," ujar Ibu Rumah Tangga ini.

Dia mengatakan, sudah enam kali mengantarkan barang haram tersebut ke pembeli dengan imbalan uang sebesar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

"Pembeli ada di Lapas, untuk mengambil barang lewat telepon,ada yang ambil pas di dekat Lapas. Barang masuk ke lapas sistem lempar," akunya saat diwawancarai ketika ekspos hasil tangkapan Polresta Palangkaraya.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, untuk mengantisipasi ini, pihaknya akan terus melakukam koordinasi dengan pihak lapas agar barang terlarang tersebut tidak mudah masuk ke lembaga pemasyarakatan.

"Kami intensvsaja melakukan koordasi terkait hal ini," ujarnya.

Kapolresta Palangkaraya , mengatakan para pelaku di tangkap di tempat yang berbeda karena menyimpan, memiliki atau menguasai psikotropika golongan I jenis shabu sehingga melanggar undang-undang. “Para tersangka ditangkap dengan barang bukti sabu, mereka adalah pengguna dan pengedar juga kurir," ujarnya.

Fakta Siswi SMA Dibawa ke Sungai, Dipaksa Lepaskan Baju, Nyaris Diperkosa dan Diselamatkan Mahasiswa

Kapolresta Palangkaraya menegaskan, para tersangka yang terjaring penyalahgunaan narkoba, akan di sangkakan pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara serta denda paling banyak 8 miliar. banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved