PT Adaro Indonesia

300 Bibit Ayam untuk Desa Banyu Landas, Barito Timur

Desa Banyu Landas, Kecamatan Benua Lima adalah salah satu desa di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, yang mendapatkan bantuan CSR

adaro indonesia untuk bpost
pelatihan ternak ayam dari CSR PT Adaro Indonesia 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TAMIANGLAYANG - Desa Banyu Landas, Kecamatan Benua Lima adalah salah satu desa di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, yang mendapatkan bantuan CSR PT Adaro Indonesia untuk program Bina Desa di tahun 2019.

Salah satu kegiatan dari program Bina Desa ini adalah pembinaan peternakan ayam.

Di tahun ini kegiatan ternak ayam Desa Banyu Landas akan dikelola dengan melibatkan kelompok peternak ayam, oleh karena itu pihak CSR PT Adaro Indonesia menegaskan agar pengelolaan ternak ayam Desa Banyu Landas ini bisa berjalan baik maka diadakan terlebih dahulu pelatihan ternak ayam dengan mendatangkan penyuluh dari Dinas terkait.

pelatihan ternak ayam dari CSR PT Adaro Indonesia
pelatihan ternak ayam dari CSR PT Adaro Indonesia (adaro indonesia untuk bpost)

Oleh sebab itu pada tanggal 07 Oktober 2019 yang lalu telah diadakan pelatihan ternak ayam dengan mendatangkan Penyuluh dari Dinas Terkait, yaitu Bpk Lukmanul Chakim selaku Penyuluh Pertanian Muda dari Dinas Pertanian Kab. Bartim.

Dalam pelatihan ini Bapak Lukmanul Chakim memberikan materi pelatihan ternak Ayam Kampung Super.

"Kita akan coba ternak Ayam Kampung Super yang memiliki keunggulan dan ketahanan yang lebih baik dari pada ayam potong atau ayam petelur," Jelas Lukman yang juga pernah memberikan pelatihan Tanaman Hortikultura di Desa Bagok, Banyu Landas, Bartim.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Bahmi selaku Supervisor CSR PT Adaro Indonesia untuk Wilayah Bartim.

"Ayam jenis ini hemat pakan, tidak seperti ayam potong yang meski waktu panennya bisa lebih cepat namun boros dalam hal pakan," Jelas Bahmi saat melakukan monitoring kegiatan ternak ayam ini.

Dalam pemaparannya, Lukman menjelaskan bahwa Ayam Kampung Super merupakan hasil persilangan antara ayam petelur dengan ayam kampung biasa.

Ayam jenis ini merupakan hasil inovasi di bidang peternakan karena banyaknya para peternak ayam yang mengeluh karena lamanya waktu panen ayam kampung biasa yang bisa lebih dari 60 hari.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved