Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pembahasan Anggaran Tuntas, Pemkab Banjar Kesulitan Melakukan ini

Sedang Fatimah, warga Martapura Barat Kabupaten Banjar, hanya bisa pasrah dan menanggung kenaikan iuran.

Pembahasan Anggaran Tuntas, Pemkab Banjar Kesulitan Melakukan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (6/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sedang Fatimah, warga Martapura Barat Kabupaten Banjar, hanya bisa pasrah dan menanggung kenaikan iuran.

Soalnya dia di kelas III.

"Iuran saya biasanya Rp 25.500. Tapi kalau bayar di minimarket jadi Rp 28.000,” kata Fatimah yang harus berobat tiap bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Ikhwansyah, mengakui banyak warga yang terbebani akibat kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Viral Mulan Jameela SD Cuma 3 Tahun, Begini Pembelaan Sekretariat DPR untuk Istri Ahmad Dhani

Kenaikan Iuran BPJS Berlaku Mulai 1 Januari 2020, Aini Siap-siap Mengurus Pindah Kelas

Sikap Tak Terduga Ahmad Dhani Saat Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Suami Mulan Jameela Marah?

Ucapan Luna Maya ke Ashanty Soal Gaya Disorot, Singgung Kasus Melly Goeslaw, Rossa dan Vidi Aldiano?

Pemkab pun kesulitan membantu warga yang tidak mampu membayar karena pembahasan anggaran telah tuntas.

Apalagi iuran peserta yang ditanggung pemkab (Penerima Bantuan Iuran/PBI) juga bakal naik yakni dari Rp 23 ribu menjadi Rp 42 ribu.

Saat ini jumlah peserta PBI di Banjar sebanyak 29.494 orang.

Untuk warga tak mampu tersebut, pemkab harus mengucurkan Rp 6 miliar pada 2019.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved