Berita Banjarmasin

Cerita Veteran Pejuang Kalsel H Ibrahim, di Usia Senja Berharap ada Tambahan Tunjangan

Semula banyak masyarakat yang pesimis bahwa perjuangan kita mampu melawan pasukan Belanda dengan ujung tombaknya pasukan Nica.

Cerita Veteran Pejuang Kalsel H Ibrahim, di Usia Senja Berharap ada Tambahan Tunjangan
banjarmasinpost.co.id/salmah
H Ibrahim, veteran pejuang Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - H Ibrahim, veteran pejuang, aktif sebagai anggota pasukan pejuang pada 1946 hingga 1949 atau saat agresi militer Belanda II. Saat itu usianya 17 tahun, masih sangat muda, sekarang ia sudah berusia 92 tahun.

"Kami berada di bawah Pimpinan Umum Brigjend H Hasan Basri, adapun tugas kami di Kesatuan 012 Divisi IV Pertahanan Kalimantan, markasnya di Haruyan, Pantai Hambawang, Hulu Sungai Tengah," jelas ayah delapan anak ini.

Kesatuan 012 merupakan bagian pasukan gabungan di Kandangan. Ibrahim bertugas sebagai Pasukan Gerilya dengan pengkhususan pasukan rahasia atau semacam intelijen.

"Sebagai anggota, saya tidak boleh diketahui umum," kisah kakek kelahiran 31 Desember 1927 ini.

Semula banyak masyarakat yang pesimis bahwa perjuangan kita mampu melawan pasukan Belanda dengan ujung tombaknya pasukan Nica.

Pelabuhan Mekar Putih Hingga Kereta Api disarankan dalam FGD ABUPI Kalsel di Novotel Banjarbaru

"Banyak penghianat bangsa yang menculik tentara kita, mereka mata-mata Belanda. Mengetahui perjuangan tersebut barulah masyarakat percaya dan yakin dengan tentara kita," papar Ibrahim.

Sementara banyak pula tentara kita yang dincar Nica. Mereka dipenjara, namun syukurnya banyak juga yang bebas setekah kedaulatan negara dapat kokoh kembali.

Usai penjajah angkat kaki, maka pada 1950 Ibrahim yang semula tinggal di Barabai kemudian bermukim di Banjarmasin. Kini ia tinggal di Jl Kuripan belakang Pasar Kuripan.

Mengenai penghargaan dari pemerintah, diakuinya ada uang tunjangan dari pemerintah yang didapat sejak 1980-an, ia juga gratis berobat di fasilitas kesehatan pemerintah. Menurut Ibrahim tunjangan bulanan itu di bawah Rp 3 juta.

"Tiap hari bersejarah yaitu 17 Mei, 17 Agustus, Hari Pahlawan, kami juga dapat tunjangan dari pemerintah," terangnya.

Sebagai Veteran Pejuang Gerilyawa, Ibrahim yang menjaga kebugaran fisik dengan olahraga jalan kaki, berterima kasih atas bantuan pemerintah dan harapannya bisa ditambah bantuan tersebut. (banjarmasinpost.co.id/salmah)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved