Berita Kabupaten Banjar

Dijual Separo Harga, Ratusan Gas Elpiji di Pangkalan Martapura Ini Ludes dalam Waktu Singkat

Harga eceran liquid petroleum gas (LPG) atau lebih familiar disebut elpiji subsidi kemasan tiga kilogram di tingkat eceran hingga kini masih kerap

Dijual Separo Harga, Ratusan Gas Elpiji di Pangkalan Martapura Ini Ludes dalam Waktu Singkat
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Warga berjubel antre untuk mendapatkan gas elpji murah di Pangkalan Syamsiar di Jalan Batuah, Martapura, Kamis (7/11) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Harga eceran liquid petroleum gas (LPG) atau lebih familiar disebut elpiji subsidi kemasan tiga kilogram di tingkat eceran hingga kini masih kerap bergejolak. Termasuk di Kota Martapura, Kabupaten Banjar yang masih sering terjadi fluktuasi harga.

Kalangan masyarakat pun kadang berteriak karena tingginya harga eceran gas elpiji karena bisa menembus dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET). Satu tabung adakalnya mencapai hingga Rp 40 ribu, padahal HET-nya cuma Rp 17.500.

Tak heran jika ada operasi pasar gas elpiji subsidi tersebut, selalu diserbu masyarakat. Seperti pada operasi pasar di kawasan Jalan Batuah, tepatnya di samping Gang Al Ikhlas, Martapura, Kamis (07/11/2019) siang, langsung disemuti warga.

Operasi pasar tersebut bertempat di Pangkalan Syamsiar. Sejak pukul 10.00 Wita warga mulai berdatangan secara bertahap karena sebagian telah mengetahui siang itu bakal ada operasi pasar gas elpiji tiga kilogram.

FAKTA Lenyapnya Prinsa Shafira dari Indonesian Idol 2019, dari Tak Muncul hingga Hal Menyedihkan Ini

Terciduk! Roger Danuarta & Cut Meyriska Ciuman Bibir di Tempat Umum, Kolom IG Fans Langsung Begini

Pernikahan Yuni Shara & Raffi Ahmad yang Kini Suami Nagita Slavina Urung, Kakak Krisdayanti Kapok?

Sekitar pukul 11.45 Wita distribusi gas elpiji subsidi tersebut mulai dilakukan. Warga pun kian menyesaki di halaman pangkalan tersebut. Apalagi sebagian warga memarkir kendaraan bermotor di sekitar tepian jalan setempat.

Hanya dalam waktu sekitar satu jam, ratusan tabung gas elpiji yang disalurkan ludes. "Sebanyak 280 tabung yang didistribusikan," ucap Abdurahim, pelaksana harian Bidang Perdagangan yang memantau kegiatan operasi pasar tersebut.

Warga yang menyemut di lokasi pun semringah. Mereka tak peduli meski kepanasan dan wajah basag oleh cucuran peluh. Walau antre agak lama, tapi mereka sabar menanti giliran untuk mendapatkan jatah gas elpiji berharga murah tersebut.

"Gak apa-apa kepanasan, yang penting dapat gas elpiji murah. Ini kan cuma Rp 17.500, coba kalau di eceran kan rata-rata Rp 30 ribu dan bahkan ada yang sampai Rp 40 ribu," sebut Amat, salah seorang warga.

Pemilik Pangkalan Syamsiar menuturkan pendistribusian gas elpiji tersebut dilakukan melalui dua cara yakni berdasar kupon dan nonkupon. Kupon diberikan kepada warga sekitar pangkalan terutama yang berekonomi lemah.

Meski begitu pihaknya juga tetap melayani warga yang datang meski tanpa kupon. "Namun yang kami prioritaskan yang memegang kupon," tandasnya.

Ia mengatakan dalam sebulan mendapat dua kali pasokan dari PT Pertamina. "Sekali pasok dapat 280 tabung. Pada bulan ini (November) ini yang pertama. Jadi, masih sekali lagi, mungkin pada pekan keempat nanti," bebernya.

Sejak sekitar dua tahun lalu menjadi pangkalan gas elpiji subsisi, Syamsiar menuturkan kadang penuh dilema mendistribusikan gas tersebut. Pasalnya adakalanya warga tak sabar saat antre sehingga kadang pendistribusian menjadi kurang tertib.

"Kalau bisa untuk kegiatan operasi pasar dilakukan di kantor pemerintah misal di halaman kantor kelurahan atau di halaman kantor pemerintah lainnya," harap Syamsiar.

(banjarmasinpost.co.id./roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved