Berita Batola

Pelanggar Lalu Lintas di Wilayah Batola Bisa Dikenakan Sanksi Denda Rp 1 Juta

PELANGGAR lalulintas di wilayah hukum Polres Batola bisa dikenakan denda maksimal sesuai UU lalu lintas pasal 281, seperti tidak punya SIM Rp 1 Juta.

Pelanggar Lalu Lintas di Wilayah Batola Bisa Dikenakan Sanksi Denda Rp 1 Juta
banjarmasin post group/ edi nugroho
RAZIA pola sidang di tempat pada razia zebra Intan 2019 belum lama ini di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti kawasan Simpang Serapat, Kecamatan Alalak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - PELANGGAR lalulintas di wilayah hukum Polres Batola bisa dikenakan denda maksimal atau tertinggi sesuai UU lalu lintas pasal 281, seperti tidak punya SIM Rp 1 juta denda maksimal atau pidan kurungan empat bulan.

“Variasi pelanggarannya itu acuannya UU lalu lintas, tertinggi seperti tidak punya SIM pasal 281 Rp1 juta denda maksimal,” tegas Zainul Hakim Zainuddin SH, MH, hakim pengadilan negeri Marabahan yang sering memutus kesalahan pelanggar lalulintas pada razia sidang di tempat, Kamis (7/11/19).

Menurutnya, banyak variasi pelanggaran lalul intas, yakni saat berkendara itu tak punya surat izin mengemudi (SIM), tak membawa Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK), dan untuk roda empat pengemudinya tidak membawa sabuk pengaman.

Kadishub Kota Banjarmasin Sebut Penertiban Parkir di DI Pandjaitan dan S Parman Bukan Kewenangannya

Jalankan Program HSU Bersemi, Personil Polres HSU Minta Warga Hindari Miras

Untuk memutus hukuman para pelanggar lalulintas, sambung Zainul, jangan terlalu mahal dan menyesuaikan kondisi sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dan efek jera.

Razia sidang di tempat juga sebagai edukasi agar sebelum baik sepeda motor itu harus lengkap surat-suratnya, yakni SIM dan STNK. (Banjamasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved