Berita Banjarmasin

Kadinkes Inginkan Inovator Bidang Kesehatan Bisa Genjot IPKM Kalsel

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel maksimalkan manfaat dari Program Tenaga Kesehatan Inovatif untuk genjot indeks pembangunan kesehatan

Kadinkes Inginkan Inovator Bidang Kesehatan Bisa Genjot IPKM Kalsel
banjarmasinpost.co.id/acm
H M Muslim, Kadinkes Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel maksimalkan manfaat dari Program Tenaga Kesehatan Inovatif untuk genjot indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM) di Kalsel.

Dimana selain akan dukung inovasi yang dilakukan tenaga kesehatan asal Kalsel di ajang nasional, Dinkes Provinsi Kalsel inginkan inovasi-inovasi bidang kesehatan disebarluaskan dan dipraktekkan di seluruh Kabupaten/Kota se-Kalsel.

Lima inovasi bidang kesehatan yang terpilih dari berbagai Kabupaten/Kota di Kalsel yaitu diraih Gusti Khairunnisa dengan inovasi Aplikasi My Posbindu (Aplus) dari kategori perawat, Adi Huspiansyah dengan inovasi Kelas Berhenti Merokok (Kabar Baru) dari kategori dokter.

Perubahan Wajah Via Vallen, Pipi Mantan Seteru Jerinx SID Disorot, Pelantun Lagu Sayang Nagku Ini

Saat Korban Syahrini & Mulan Jameela Berkumpul, Maia Estianty, Luna Maya, dan Ayu Dewi Lakukan Ini

Ritual Khusus Ruben Onsu Jika Hari Terakhirnya Datang, Ayah Betrand Peto Persiapkan Ini

Dari kategori kesehatan masyarakat diraih Indera Kasuma dengan inovasi Gerakan Tolong Masyarakat Sanitasi Tuntas (Gentong Mas Santun), M Ary Aprian Noor dengan inovasi Pelayanan Obat Kopi TB (Kotak Pengingat Minum Obat TB) dari kategori apoteker dan Winda Pratiwi dengan inovasi Madu Asli (Mari Dukung Asi Eksklusif) dari kategori ahli gizi.

Mereka selanjutnya akan kembali bersaing di tingkat nasional untuk menjadi pionir inovasi kesehatan terbaik dan berpredikat sebagai tenaga kesehatan teladan.

Dijelaskan Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, M Muslim, inovasi yang dilakukan masing-masing kategori tenaga kesehatan harus terus dilakukan tidak hanya untuk keperluan kompetisi.

Artinya inovasi harus terus dilakukan seluruh elemen tenaga kesehatan khususnya di bidang pelayanan kesehatan primer untuk genjot IPKM Provinsi Kalsel yang pada survei nasional terakhir masih berada di peringkat 24 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Peringkat tersebut menurut M Muslim sudah mengalami lompatan perbaikan dari survei Tahun 2013 di peringkat 31.

"Tapi kami tidak puas, jadi akan terus dorong inovasi tenaga kesehatan agar lompatan percepatan itu bisa dicapai dan ini sesuai arahan Gubernur bahwa upaya harus keras dilakukan," kata M Muslim.

Melalui inovasi-inovasi diyakininya dapat berakumulasi memperbaiki skor indikator IPKM dari 7 sub indeks dan 30 indikator IPKM termasuk kesehatan balita, kesehatan reproduksi, perilaku dan kesehatan lingkungan, pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta yang lainnya.

Salah satu inovator tenaga kesehatan, dr Adi Huspiansyah dari kategori dokter nyatakan inovasi yang dilakukannya untuk kurangi kecanduan merokok menggunakan konsep pendekatan secara kekeluargaan.

Sosialisasi akan bahaya merokok secara mendalam dan komperhensif disampaikan dan juga meminta pendapat Ulama untuk semakin meyakinkan peserta program pengurangan candu merokok.

“Tahun 2018 terjadi pengurangan konsumen merokok sekitar 60 persen dari 25 persen peserta,” kata dr Adi.

Selanjutnya peserta juga diberikan pengobatan yang tepat untuk mengurangi konsumsi rokok dengan menggunakan teknik terapi.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved