Berita Banjarmasin

Ketua DPRD Kalsel Sayangkan Rumah Banjar Kosong, Begini Penyebabnya

Rombongan massa pengunjuk rasa dari kalangan mahasiswa dan Ulama Kalimantan Selatan (Kalsel) tak berhasil menemui Wakil Rakyat di Rumah Banjar

Ketua DPRD Kalsel Sayangkan Rumah Banjar Kosong, Begini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/acm
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rombongan massa pengunjuk rasa dari kalangan mahasiswa dan Ulama Kalimantan Selatan (Kalsel) tak berhasil menemui Wakil Rakyat di Rumah Banjar karena tak satupun Anggota Dewan berada di lokasi, Jumat (8/11/2019).

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK menyatakan juga ikut menyayangkan hal tersebut.

Dijelaskan H Supian HK, seharusnya memang tidak semua Anggota Dewan ikut melakukan kunjungan kerja Komisi-Komisi ke luar daerah pada Jumat (8/11/2019).

Namun di hari tersebut menurutnya memang ada dua Fraksi yang partainya secara bersamaan mengadakan agenda kepartaian di luar daerah, alhasil Anggota Dewan dari dua Fraksi tersebut juga meninggalkan Kalsel.

Senin Seleksi CPNS 2019 Dibuka, Sekali Lagi! Catat Lalu Diingat Alur dan Syarat-syaratnya

Buka 5.203 Lowongan CPNS, Ini Jabatan dan Formasi yang Dijanjikan Pihak Kejagung RI

Ritual Khusus Ruben Onsu Jika Hari Terakhirnya Datang, Ayah Betrand Peto Persiapkan Ini

Ia sendiri pada aksi unjuk rasa dilaksanakan menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi di kawasan Danau Panggang, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Karena itu, H Supian HK nyatakan hal tersebut bukan berarti para Anggota Dewan melanggar kesepakatan dan komitmen sebelumnya.

"Dalam kesepakatan Ketua di Banmus tidak ada DPRD kosong, tapi sehubungan ada dua Fraksi yang ada tugas partai mau tidak mau ikuti kegiatan partai," kata H Supian HK melalui sambungan telepon.

Ia nyatakan siap kembali menerima dan membuka ruang diskusi di Rumah Dewan kepada perwakilan pengunjuk rasa untuk secara langsung menyampaikan aspirasi dan harapannya di Rumah Banjar, Senin (11/11/2019).

Sebelumnya, massa yang atas namakan diri dari Aliansi Mahasiswa bersama Tokoh dan Ulama Banua Kalimantan Selatan (Kalsel) gelar aksi unjuk rasa di Gedung Kantor DPRD Provinsi Kalsel, Jumat (8/11/2019).

Mereka menyuarakan beberapa poin diantaranya menuntut agar tak ada lagi kriminalisasi dan vonis radikal Ulama di Indonesia karena melakukan dakwah yang berisi nasihat untuk Pemimpin.

Massa juga yakini istilah radikal bukan merupakan kalimat Ulama, melainkan merupakan narasi uang dibuat untuk menyudutkan Ulama yang menasihati Pemimpin.

Mereka juga menuntut agar bendera tauhid tak terus menerus diasosiasikan sebagai sesuatu yang radikal.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved