Melihat Tradisi Pengantin Banjar
Macam-macam Tari Japin yang Ada di Kalsel, Penari akan Bahagia Bila Dapat Saweran
Tari japin menjadi bagian kesenian Melayu yang juga berkembang di Kalimantan Selatan. Tari yang sumbernya dari Timur Tengah ini biasanya ditampilkan
Penulis: Salmah | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID- Tari japin menjadi bagian kesenian Melayu yang juga berkembang di Kalimantan Selatan. Tari yang sumbernya dari Timur Tengah ini biasanya ditampilkan dalam berbagai acara formal.
Salah satunya Japin ditampilkan pada pesta perkawinan adat Banjar, sepaket dengan Sinoman Hadrah yang juga budaya Melayu bersumber dari Timur Tengah dan berkembang di Kalsel.
Ciri khas tari Japin adalah permainan langkah kaki yang dinamis dan berpola. Dilakukan berpasangan atau berkelompok sehingga terlihat indah dan menarik minat untuk ikut menari.
Ada banyak tarian yang lazim dikenal adalah Jepen Rantauan, Jepen Rudat, Jepen Sisit, Jepen Dua Saudara, Jepen Tuan Syarif, Jepen Sigam.
• Sebelum ke Pelaminan, Ritual Ini yang Harus Dijalani Pasangan Pengantin Banjar, Supaya
• Senin Seleksi CPNS 2019 Dibuka, Sekali Lagi! Catat Lalu Diingat Alur dan Syarat-syaratnya
• Buka 5.203 Lowongan CPNS, Ini Jabatan dan Formasi yang Dijanjikan Pihak Kejagung RI
Kemudian adalagi Jepen Tuan Haji, Jepen Hadrah, Jepen Lenggang Banua, Jepen Rindu-Rindu, Jepen Galuh Langkar, Jepen Diang Marindu.
Umumnya ragam gerakan jepen memiliki variasi mengikut perbedaan lagu yang mengiringinya.
Mimin, pelatih Sinoman Hadrah dan Japin Kayuh Baimbai, RT2 Dusun 1, Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, mengatakan, saat pesta perkawinan adat Banjar, tari Japin menjadi bagian kesenian yang ditampilkan.
"Kalau ada Japin, suasana pengantinan pasti ramai. Biasanya pukul 08.30-09.30 saat undangan berdatangan, ditampilkanlah Japin," ungkapnya.
Satu yang menarik adalah saweran. Ya, ini yang meramaikan penampilan tari Japin. Tanpa ada saweran seolah hambar bagai sayur tanpa garam.
"Anak-anak yang menari Japin akan semakin semangat kalau diberi saweran, walaupun cuma Rp2000 yang disawer, tak masalah," ujarnya.
Adalagi yang menarik dalam Sinoman Hadrah dan Japin yaitu payung ubur-ubur yang biasanya diputar-putar saat kesenian tersebut dimainkan.
Lebih jelasnya tentang payung ubur-ubur, mari simak tulisan berikutnya ya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)