Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi Amankan Kayu Illegal 43 Batang.

Saat Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi menggelar patroli rutin di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi

Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi Amankan Kayu Illegal 43 Batang.
Humas Dishut Kalsel untuk Banjarmasinpost.co.id
Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi saat mengamankan Kayu Illegal 43 Batang di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Saat Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi menggelar patroli rutin di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi, tim menemukan aktivitas ilegal perambahan hutan.

Akses jalan lingkar Banjar Batulicin yang dalam proses pengerjaan rupanya dimanfaatkan untuk angkutan kayu liar.

Menyisir di kawasan tersebut, tim patro|i memergoki tumpukan kayu bulat yang diletakkan di tepijalan. Ini fakta otentik aktivitas illegal logging masih marak terjadi di wilayah tersebut. Parahnya, para oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan terbukanya infrastruktur yang kini dibangun Pemprov Kalsel.

Sebanyak 43 batang kayu log berjenis rimba campuran, akhirnya diamankan oleh tim. Temuan ini dikoordinasikan dengan KPH Kayu Tangi, untuk diangkut dan diamankan di tempat penyitaan temuan di Jalan RO Ulin Haji |dak Banjarbaru. Tepatnya di lapangan mes atau perumahan Dinas Kehutanan Kalsel.

Kadishut Kalsel Hanif Faisol melalui Kabid PKSDAE Dinas Kehutanan Kalsel Pantja Satata saat ditemui di kantornya, Banjarbaru Jumat (8/11) siang, membenarkan tangkapan tersebut.

Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi saat mengamankan Kayu Illegal 43 Batang di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi.
Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi saat mengamankan Kayu Illegal 43 Batang di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi. (Humas Dishut Kalsel untuk Banjarmasinpost.co.id)

"Totalnya sebanyak 43 batang kayu gelondongan (log) yang terdiri dari 41 jenis kayu meranti dan 2 jenis kayu campuran," kata dia.

Meski menemukan kayu gelondongan tersebut namun pihaknya tidak berhasil mengamankan pelaku. Sebab, tidak ada yang mengaku dan warga yang melapor tidak mengenalinya.

Kayu gelondongan tersebut dibiarkan tergeletak di pinggir jalan, akses Banjar-Batulicin.

Yang mana, lanjutnya, ternyata di sana memang sering dimanfaatkan untuk akses pengangkutan kayu liar.

Selain di lokasi tersebut, adapula daerah lainnya yang sering dijadikan aktivitas ilegal.

Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi saat mengamankan Kayu Illegal 43 Batang di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi.
Polisi Kehutanan KPH Kayu Tangi saat mengamankan Kayu Illegal 43 Batang di kawasan Desa Kahelaan, Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (4/11) tadi. (Humas Dishut Kalsel untuk Banjarmasinpost.co.id)
Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved