Berita Kabupaten Banjar

Terpuruk dan Tertatih, Begini Perjuangan Penambal Ban Banjar Melawan Tumor

Beginilah lakon hidup yang kini ditapaki Syaifullah melawan derita penyakit ganas di tengah impitan ekonomi yang membelenggunya.

Terpuruk dan Tertatih, Begini Perjuangan Penambal Ban Banjar Melawan Tumor
NURUL HABIBAH UNTUK BPOST GROUP
Syaifullah tiba di RSU Ulin Banjarmasin, Jumat (8/11) siang. Saat ini ia dirawat inap guna menjalani penanganan lebih lanjut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak.

Beginilah lakon hidup yang kini ditapaki Syaifullah melawan derita penyakit ganas di tengah impitan ekonomi yang membelenggunya.

Meski terpuruk, namun lelaki 45 tahun warga RT 01 Desa Keramatbaru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), tak pernah putus asa.

Ia terus berupaya berjuang menggerus tumor yang menyelubungi perutnya.

Namun tak banyak yang bisa ia lakukan, kecuali bertahan dan berdoa.

Buka 5.203 Lowongan CPNS, Ini Jabatan dan Formasi yang Dijanjikan Pihak Kejagung RI

Ritual Khusus Ruben Onsu Jika Hari Terakhirnya Datang, Ayah Betrand Peto Persiapkan Ini

Emoji Hati Ryochin Buat Luna Maya, Eks Reino Barack & Ariel NOAH Ini Terciduk Lakukan Chat Mesra

Maklum, dirinya cuma berprofesi sebagai tukang penambal ban.

Penghasilannya tak seberapa dan teramat tak menentu.

Sementara itu, ia juga masih memiliki tanggungan seorang anak yang perlu biaya, saat ini masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.

Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, sang istri, Juwairiah, pun turut peras keringat.

Bahkan kini sang istri yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga mengingat kondisi Syaifullah yang kian drop.

Juwairiah bekerja sebagai buruh menjalin galang pukah yang cuma berpenghasilan Rp 30 ribu sehari.

Itu pun tak tiap hari ia dapat kerjaan itu.

"Beliau sangat membutuhkan uluran tangan dari dermawan untuk operasi tumornya," tutur Nurul Habibah, relawan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB), Sabtu (09/11/2019).

Ia menuturkan pada 27 Oktober 2019 lalu pihaknya mendapat laporan warga mengenai keberadaan Syaifullah yang sakit dan terpuruk.

Habibah dan rekan-rekannya dari FKMKB langsung bergerak ke lapangan.

Pihaknya prihatin ketika melihat keadaan Syaifullah.

FKMKB kemudian minta bantuan pihak terkait seperti Dinkes dan DPRD (Komisi IV) Banjar.

Keesokan hari, petugas dari Puskesmas mendatangi Syaifullah dan saat itu dijadwalkan untuk operasi bulan November.

"Akhirnya Jumat (08/11/2019) Pak Syaifullah dibawa ke RS Ulin dibantu Pak HM Rosehan NB untuk mendpatkan penanganan lebih lanjut. Saat ini masih menunggu jadwal operasinya," sebut Habibah.

Kondisi Syaifullah, lanjut mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmain ini, cukup lemah.

Kaki makin membengkak dan mulai sulit berjalan.

Karena itu perlu segera mendapatkan tindakan medis.

Meski begitu Syaifullah tak pernah mengeluh dan tetap tegar.

Ia mengaku mengidap tumor sejak sekitar setahun lalu.

"Kejadiannya saat puasa tahun kemarn. Awalnya cuman benjolan biasa saja. Tapi, lama-kelamaan benjolannya pindah ke arah tengah perut dan terus membesar," tutur Juwairiah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved