Berita Banjarmasin

Ini Penyebab Stadion 17 Mei Banjarmasin Tak Bisa Dikembangkan Jadi Stadion Internasional

Komitmen Pemerintah Kalimantan Selatan (Kalsel) memajukan sektor olahraga termasuk sepakbola di Kalimantan Selatan ditunjukkan dengan pembenahan

Ini Penyebab Stadion 17 Mei Banjarmasin Tak Bisa Dikembangkan Jadi Stadion Internasional
istimewa
Sketsa Stadion 17 Mei setelah direnovasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komitmen Pemerintah Kalimantan Selatan (Kalsel) memajukan sektor olahraga termasuk sepakbola di Kalimantan Selatan ditunjukkan dengan pembenahan dan renovasi Stadion 17 Mei di Banjarmasin.

Pekerjaan renovasi mencakup lapangan, tribun-tribun dan fasilitas penunjang lainnya menjadi agenda yang dilakukan Pemerintah Kalsel hingga Tahun 2020 mendatang.

Walau demikian, mimpi masyarakat dan keinginan Gubernur Kalsel untuk jadikan Stadion 17 Mei sebagai stadion bertaraf internasional masih sulit untuk diwujudkan.

Aspek teknis ketersediaan lahan menjadi tantangan utama yang dihadapi untuk bisa jadikan Stadion 17 Mei sebagai stadion internasional.

Sama-sama Pengusaha SPBU, Ayah dan Anak Berseteru, Ketemu di Kantor Polisi Sang Ayah Main Dipukul

VIRAL Galang Dana Aneh, dari untuk Nikah hingga Cicilan Motor, CEO Kitabisa.com Angkat Bicara

Jadwal Final Fuzhou China Open 2019 - Jadi Satu-satunya Harapan Indonesia, Marcus/Kevin Wajib Menang

Dijelaskan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, melihat kondisi saat ini, cukup sulit untuk bisa mengembangkan Stadion 17 Mei menjadi stadion internasional karena untuk menuju ke arah itu diperkirakannya diperlukan perluasan area stadion untuk akomodasi berbagai fasilitas lainnya yang menjadi standar stadion internasional.

"Dilihat dari kondisi lahan, saat ini agak sulit untuk dijadikan stadion internasional. Jadi dalam waktu dekat akan kita kerjakan untuk standar nasional dulu," kata Roy.

Benar saja, jika melihat aturan FIFA dalam dokumen Technical recommendations and requirements football stadiums, berbagai aspek mulai pra-konstruksi, keamanan, parkir, lapangan, area pemain dan ofisial, penonton, fasilitas pendukung, media, pencahayaan, sumber energi, hingga area komunikasi juga menjadi pertimbangan ketat FIFA tetapkan stadion layak menyandang standar FIFA.

Dari aspek kapasitas penonton, dalam dokumen tersebut juga mensyaratkan stadion yang akan menggelar laga fase grup hingga perempatfinal Piala Dunia minimal kapasitasnya adalah 40 ribu penonton.

Sketsa Stadion 17 Mei setelah direnovasi selama dua tahun ke depan
Sketsa Stadion 17 Mei setelah direnovasi selama dua tahun ke depan (istimewa/hermansyah)

Untuk tahap selanjutnya babak semifinal dan perebutan tempat ketiga, stadion minimal berkapasitas 60 ribu penonton.

Sedangkan untuk seremoni pembukaan dan pertandingan final Piala Dunia, stadion harus bisa menampung sebanyak 80 ribu penonton.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved