Berita Balangan

Jenazah Pahlawan Almarhum Lettu Awang Nasir Kini Disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Balangan

Makam seorang pahlawan di Kabupaten Balangan, yakni Lettu H Awang Nasir resmi sudah dipindahkan ke TMP Kabupaten Balangan tersebut.

Jenazah Pahlawan Almarhum Lettu Awang Nasir Kini Disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Balangan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Proses pemindahan makam seorang pahlawan di Balangan, yakni almarhum Lettu Awang Nasir yang dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Taman Makam Pahlawan Kabupaten Balangan di Kecamatan Juai kini bertambah. Makam seorang pahlawan di Kabupaten Balangan, yakni Lettu H Awang Nasir resmi sudah dipindahkan ke TMP Kabupaten Balangan tersebut.

Menjelang Hari Pahlawan yang di peringati pada 10 November 2019, pemindahan jenazah Lettu H Awang Nasir dilakukan. Dimana sebelumnya, makam lelaki kelahiran Pulau pinang, Malaysia, 10 Desember 1925 ini berada di Jalan Desa Lampihong Kiri, Kecamatan Lampihong.

Suasana haru menyelimuti proses pemindahan jenazah Lettu Awang yang mendedikasikan diri sebagai prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sampai akhir hayatnya pada 3 Februari 1980.

Sempat mengecap pelatihan sebagai tentara di Haiho,  Lettu Awang Nasir terus berjuang keluar masuk hutan Kalimantan Selatan, khususnya daerah hutan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Balangan.

Diketahui pula,  teputasi almarhum Lettu Awang Nasir sempat bergabung Tentara Keamanan Rakyat (TKR), sebelum masuk ABRI.

Habib Abdullah Alkaff Tandatangani Prasasti, Awalnya Langgar Kini Jadi Masjid Dawatul Khair

Api Gegerkan Warga Kompleks Pandawa Gang Ar Rahim Banjarbaru, Kebakaran Tak Sempat Membesar

Anak dari almarhum Lettu Awang Nasir, Achmad Maragi, menceritakan kalau semasa hidup sang ayah, menikahi ibunya,  yakni Hj Masrah pada 1948. Selama itu pula, sepengatahuan sang anak, orangtuanya tidak pernah menetap pada satu tempat.

Selepas Lettu Awang dan Masrah menikah, ujar Maragi, keduanya tinggal dalam hutan untuk bersembunyi dari kejaran para penjajah selama tujuh bulan.

Jaman dahulu, Lettu Awang berjuang melawan penjajah menggunakan bambu runcing. Ya, itu merupakan senjata yang digunakan oleh para pahlawan dulunya, dipadukan senjata tajam.

Keluarga lainnya, juga mengikuti proses pemakaman, dihadiri pula oleh Dandim 1001/Amuntai-Balangan yang diwakili oleh Perwira Penghubung Kodim 1001/Amuntai Balangan, Mayor Inf Chairul. Selain itu terlihat jajaran Koramil Lampihong, Polsek Lampihong dan perwakilan dari Pemda Balangan.

Anak bungsu Lettu Awang yang menghadiri prosesi pemindahan makam, juga tak lepas dari kenangan sang ayah. Disampaikan oleh Linda, orangtuanya dikaruniai 13 orang anak yang kini tersisa 11 dam menetap di sejumlah daerah di Kalimantan.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved