Kehidupan Veteran di Banua

Masa Remajanya Dihabiskan untuk Berjuang, Veteran ini Menerima Pensiun Rp 4 Juta dari Pemerintah

Merdeka atau mati, semboyan itu lah yang menancap di dada Sjahdan Kardjah, Ibrahim dan Tukacil.

Masa Remajanya Dihabiskan untuk Berjuang, Veteran ini Menerima Pensiun Rp 4 Juta dari Pemerintah
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (10/11/2019) 

Malah Sjahdan menunda pengambilan gaji.

Beliau mengajak ke rumahnya yang persis berada di belakang anaknya.

Rumah Sjahdan berukuran 10x10 meter terbuat dari kayu dengan dua kamar dan di sampingnya disekat lagi kamar buat putranya.

Di tengah rumah tidak ada kursi, hanya ada televisi 20 inc.

"Beginilah rumah saya," katanya sambil memperlihatkan beberapa piagam penghargaan veteran dan surat menyurat.

Menurut ayah tujuh anak dan kakek beberapa cucu ini, perhatian pemerintah terhadap dirinya cukup baik.

Setiap Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan Hari Pahlawan 10 November dia diundang dan mendapat bingkisan dari pemerintah.

“Saya juga gratis selama satu tahun tidak bayar PDAM dan PBB dari Wali Kota Ibnu Sina," ujarnya.

Ditambahkan Sjahdan, dirinya juga ditawari dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP Kalibata) Jakarta.

Namun Sjahdan menolaknya.

"Saya memilih di TMP di Banua saja, supaya anak cucu mudah menjenguk," ujarnya.

Sjahdan menceritakan dirinya menjadi tentara dari 10 November 1946 sampai 15 Mei 1950.

Dia pernah menjadi anggota tentara kesatuan ALRI Divisi IV/Divisi Lambung Mangkurat.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved