Berita Tanahbumbu

Sudian Motivasi Pegawai Non-PNS Saat Menjalani Uji Kompetensi

Tidak kurang 3.680 pegawai dari tenaga non-PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu, menjalani tes uji kompetensi.

Sudian Motivasi Pegawai Non-PNS Saat Menjalani Uji Kompetensi
istimewa
Ribuan tenaga non-PNS saat akan mengikuti tes uji kompetensi salah satu syarat untuk perpanjangan kontrak dengan pemerintah daerah melalui masing-masing SKPD 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Tidak kurang 3.680 pegawai dari tenaga non-PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu, menjalani tes uji kompetensi.

Uji kompetensi salah-satu syarat penentu, apakah layak dilanjutkan hubungan kerja (kontrak) atau tidak.

Uji kompetensi yang berlangsung selama dua hari, sejak kemarin hingga hari ini, Minggu (10/11/2019), dilaksanakan di SMP 1 Kecamatan Simpang Empat.

Bupati Tanahbumbu H Sudian Noor dalam kunjungan itu, selain ingin melihat langsung pelaksanaan tes uji kompetensi
juga memberikan motivasi kepada tenaga non-PNS.

Adapun materi saat pelaksanaan tes di antaranya, seleksi kompetensi dasar (SKD) inteligensia umum, dan tes karakteristik pribadi.

Sementara jumlah soal harus dikerjakan sebanyak 100 soal, dengan waktu 90 menit.

Perlakuan Tak Terduga Yuni Shara Ditelpon Raffi Ahmad, Suami Nagita Slavina Gerah Masa Lalu Diungkit

Akad Nikah Ayu Ting Ting & Shaheer Sheikh Sempat Viral, Kini Umi Kalsum Datangi Negara Mantu Idaman

VIRAL Video Dewan Kritik BPJS Kesehatan, Inilah Ribka Tjiptaning, Sosok yang Bangga Jadi Anak PKI

"Dengan jumlah soal dan waktu tersedia, artinya kita harus berpikir cepat dan efisien dalam menjawab pertanyaan," celetuk salah seorang peserta tes uji kompetensi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahbumbu H Rooswandi Salem sebelumnya mengatakan, uji kompetensi harus dilakukan karena menjadi salah satu pertimbangan penilaian pemerintah daerah terhadap non-PNS.

Ada beberapa poin menjadi pertimbangan penilaian perpanjangan kontrak antara lain, uji kompetensi, penilaian kinerja masing-masing SKPD, kedisplinan, etika dan sikap lainnya.

"Penilaian dilakukan pimpinan masing-masing di SKPD-nya. Tapi poin-poin itulah yang bisa menentukan, apakah bisa diperpanjang lagi atau tidak dilakukan kontrak," ucap Rooswandi.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved