Berita Batola

Dinas Tanaman Pangan Batola Tanggapi Keluhan Petani Jeruk Soal Hasil Panen Kurang Berair

Distan TPH Kabupaten Barito Kuala memberikan tanggapan soal keluhan petani jeruk yang hasil pamennya kurang berair.

Dinas Tanaman Pangan Batola Tanggapi Keluhan Petani Jeruk Soal Hasil Panen Kurang Berair
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
SEORANG petani di Jalan Panglima Batur RT 18 RW 4 Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, melihat kondisi pohon jeruknya pada musim kemarau ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kabupaten Barito Kuala memberikan tanggapan soal keluhan petani jeruk yang hasil pamennya kurang berair. Jika jeruk itu hasilnya kurang berair itu karena kurang pemumpukan saja.

“Kalau ada keluhan petani jeruk karena hasil panen jeruk itu kurang berair itu karena kurang pupuk saja,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kabupaten Barito Kuala Murniarti, Senin (11/11/19).

Menurut Murniati, saat hasil panen jeruk kurang berair, maka perlu ada unsur mikro yang ditambahkan saat pemumpukan. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura secara berkala melatih dan memberi bimbingan petani untuk pemeliharaan jeruk.

“Justru saat musim kemarau, jeruk itu malah manis. Kurangnya pupuk organik dan unsur mikro menyebabkan jeruk kurang manis,” katanya.

Polda Kalsel Segera Bentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ), Ini Tujuannya

Lusa Malam Pergelaran Wayang Kulit Jawa di Lapangan SKB, Ini Dalang dan Bintang Tamunya

Kabar Duka dari Yuni Shara & Krisdayanti, Ibu Aurel Hermansyah Ikut Kehilangan Sosok Ini

Lebih lanjut Murniati menjelaskan, di daerah Batola itu merupakan daerah pasang surut dan di bawah tanah sedalam 100 cm itu ada air. Bahkan, lahan jeruk di kawasan Kecamatan Tabukan itu 50 cm di bawah tanah itu ada air sehingga memungkin jeruk akan tumbuh dengan baik.

“Sebaran tanaman jeruk itu seperti Marabahan, Wanararaya, Tabukan, Barambai dan Wanaraya. Dulu sentral jeruk itu di Belawang dan Mandastana. Sekarang sentra jeruk bergeser ke Barambai dan Wanaraya,” katanya.

Dijelaskanya, jeruk yang terkenal manis itu seperti jenis Siam Banjar. Kunci sukses menanam jeruk itu perbanyak pupuk organik, pemangkasan pohon dan penjarangan buah. Untuk pemangkasan dan penjarangan buah ini sangat sulit dilakukan oleh petani jeruk.

“Satu petani rata-rata punya 200 pohon jeruk dalam satu hektarnya. Bahkan, ada satu petani yang lahan sampai 10 hektar,” kata Murniati. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved