Berita Kalteng

Gerakan Nasional Non Tunai, Syafrudin Lebih Suka Bertransaksi Menggunakan ATM

Transaksi jual beli barang terutama di pusat perbelanjaan atau toko-toko besar juga pembelian barang secara online sudah banyak dilakukan masyarakat

Gerakan Nasional Non Tunai, Syafrudin Lebih Suka Bertransaksi Menggunakan ATM
tribunkalteng.co/fathurahman
Setian, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah, 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Transaksi jual beli barang terutama di pusat perbelanjaan atau toko-toko besar juga pembelian barang secara online sudah banyak dilakukan masyarakat di Kalimantan Tengah tidak dengan uang tunai.

Warga Kalteng sebagian sudah menggunakan pembayaran dengan cara non tunai atau menggunakan ATM, karena alasan keamanan.

"Saat ini sudah semakin marak aksi pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil atau kejahatan begal sehingga untuk belanja di mal biasanya saya pakai ATM saja," ujar Syafrudin, salah satu pelanggan di Pusat Perbelanjaan Metos Palangkaraya, Senin (11/11/2019).

Bukan hanya itu, karyawan swasta di Palangkaraya ini juga mengatakan, transaksi non tunai tersebut juga diberlakukan perusahaanya untuk pembayaran gaji, agar tidak perlu repot datang ke kantor mengambil gaji.

Inilah Jam Tangan Termahal di Dunia, Milik Syahrini, Maia Estianty dan Luna Maya Tak Ada Apa-apanya

Gaji Karyawan Raffi Ahmad & Nagita Slavina di Rans Entertainment Disorot, Ada Kejutan Bikin Nangis

LINK sscasn.bkn.go.id, Alur Registrasi & Syarat Pendaftaran CPNS 2019, Ingat Bukan sscn.bkn.go.id!

"Jika tanggalnya sampai, untuk gajian saya tinggal ambil di ATM di mana saja, bisa ngambil uang," ujarnya.

Sementara itu, upaya membumikan gerakan nasional non tunai terus dilakukan oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalteng dengan melakukan sosialisasi penggunaan pembayaran secara non tunai tersebut di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalteng, Setian, mengatakan, ada beberapa manfaat penggunaan transaksi atau pembayaran secara non tunai tersebut.

"Itu merupakan sistem pembayaran efisien, aman dan andal mampu meminimalisir peredaran uang palsu dan menghemat biaya cetak uang kertas," ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

"Kami sudah mengimbau pemerintah daerah untuk semua transaksi tidak lagi dilakukan secara tunai tapi dengan cara non tunai," ujarnya.

Namun begitu sebutnya, pihaknya hanya bisa mengimbau dan tidak bisa memaksa kepada masyarakat maupun pemerintah untuk melakukan transaksi keuangan dengan cara non tunai tersebut.

"Sosialisasi juga dilakukan untuk masyarakat Kalteng terutama yang berada di pinggiran kota, karena masih banyak belum kenal transaksi non tunai tersebut," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved