Kabut Tebal Banjar Banjarbaru

Kabut Asap di Banjarbaru Banjar Saat pagi Hari, Warga Berharap Intensitas Hujan Meninggi

Kabut Asap di Banjarbaru Banjar Saat pagi Hari, Warga Berharap Intensitas Hujan Meninggi

Kabut Asap di Banjarbaru Banjar Saat pagi Hari, Warga Berharap Intensitas Hujan Meninggi
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kabut pekat menyubungi jalur Lianganngang-Pelaihari, Senin (11/11/2019) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pantauan banjarmasinpost.co.id, Senin (11/11/2019), antara lain kawasan yang masih terjadi kebakaran lahan yakni di sekitar wilayah Gambut dan Kertakhanyar (Kabupaten Banjar).

Lalu, di kanan kiri jalan tembus Banyuirang-Tambangulang (Kabupaten Tanahlaut).

Aroma abu asap masih terasa cukup menyengat hidung yang menandakan kebakaran lahan setempat belum lama berlalu.

"Maklum, mungkin karena hujan belum sampai daerah sini. Jadi semak-semak masih sangat kering dan mudah terbakar kalau tersulut api kecil," ucap Doni, warga Pelaihari yang tiap hari melintasi jalur tersebut, Senin (11/11/2019).

Karyawan swasta ini berharap hujan lekas meningkat intensitasnya.

Penyebab Kabut Asap di Banjar Banjarbaru karena Kebakaran Lahan di Gambut, Kertakhanyar, Banyuirang

Pasalnya, bencana asam pada musim kemarau saat ini terasa sangat parah dibanding kemarau tahun lalu.

Karena itu pula saat pagi sejak waktu subuh hingga pukul 07.30 Wita atau hingga 08.00 Wita, kabut masih kerap menyelubungi.

]Meski tak berlangsung lama, namun cukup mengganggu aktivitas warga yang pagi-pagi mesti bepergian berkendara.

Seperti yang terjadi di jalur Gambut-Landasanulin dan Lianganggang-Batibati, kabut cukup tebal mengganggu gerak pengendara pukul 05.30 Wita hingga pukul 07.30 Wita.

Jarak pandang cuma sekitar 30 meter sehingga sebagian pengendara mesti membunyikan klakson sebagai penanda.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved