Berita

Ada Jejak Prasejarah di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Begini Keterangan Arkeolog

Karena ditenggelamkan, akhirnya penduduknya menyebar dan terpecahlah dua desa itu menjadi 13 desa yang ada sekarang mengelilingi danau tersebut.

Ada Jejak Prasejarah di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Begini Keterangan Arkeolog
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Waduk Riam Kanan di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar juga memiliki Waduk Riam kanan. Kabarnya jadi lumbung situs prasejarah.

Juga jadi runutan jejak prasejarah daerah lainnya di Kalsel.

Konon, dulu danau ini adalah desa yang sengaja ditenggelamkan demi membuat waduk tersebut.

Menurut sejarahnya, proses pembuatan danau dan waduk ini dimulai pada 1958 silam, diprakarsai oleh Ir Pangeran Mochamad Noor yang merupakan Gubernur pertama Kalimantan Selatan dan mantan Menteri Pekerjaan Umum di era pemerintahan Presiden Soekarno.

Waduk tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1973.

Informasi terhimpun dari warga setempat, dulu ada dua desa yang ditenggelamkan tersebut. Penduduknya mengungsi ke sejumlah tempat.

Sebelum Mancing, Ada Ritual Simpan Telur Ayam di Tepian Telaga Pahiyangan Aranio

Legenda Pertapaan Naga Berkepala Delapan Dihiasi Air Terjun Eksotis di Bukit Pahiyangan Aranio

Cerita Seram Dusun Tak Berpenghuni di Tengah Hutan Kecamatan Aranio, Tersisa Tiga Rumah dan 1 Masjid

Karena ditenggelamkan, akhirnya penduduknya menyebar dan terpecahlah dua desa itu menjadi 13 desa yang ada sekarang mengelilingi danau tersebut.

Di antaranya ada Desa Tiwingan Lama, Tiwingan Baru, Liang Toman, Kalaan, Banua Riam, Bunglai, Bukit Batas, Apuai, Rantau Bujur, Balangian dan lain-lain.

Di waduk ini ada pulau sirang. Bambang Sugiyanto, Peneliti Prasejarah pada Balai Arkeologi Kalimantan Selatan mengatakan ada beberapa temuan alat batu dari Pulau Sirang yang dikerjakan dengan teknologi yang lebih maju pada jamannya.

Teknologi paleolitik pada umumnya hanya pemangkasan sederhana pada satu bidang batuan atau dua bidang batuan saja, seperti yang tampak pada bentuk kapak penetak dan kapak perimbas.

Alat serpih yang ditemukan di menunjukkan teknologi pemangkasan yang begitu intensif, yang menjadi ciri khas teknologi alat batu mesolitik yan berada pada masa di depan masa paleolitik.

Berkunjung ke Dusun Anawit Aranio Saat Musim Hujan, Pengunjung Akan Hadapi Situasi Parah Ini

Ada Tradisi Selamatan Hutan Setahun Sekali di Desa Paau Aranio, Antisipasi Ancaman Serangan Binatang

"Artinya ada kemungkinan alat-alat paleolitik ini merupakan hasil dari tradisi pemangkasan batu paleolitik pada masa yang lebih kemudian, bukan murni budaya alat batu paleolitik. Salah satu indikasi pernyataan ini adalah adanya persamaan bentuk dari serpih berpunggung tinggi yang di temukan di Pulau Sirang dengan yang ditemukan pada Gua Babi (Tabalong), Oleh karena itu, kegiatan penelitian pada beberapa pulau lain di sekitar Pulau Sirang diharapkan akan bisa menjawab pertanyaan tersebut," bebernya.

Perlu upaya pelestarian situs arkeologi yang ada di wilayah tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved