Breaking News:

Indah dan Misteri di Aranio

Ada Tradisi Selamatan Hutan Setahun Sekali di Desa Paau Aranio, Antisipasi Ancaman Serangan Binatang

Desa lainnya yang punya potensi di Kecamatan Aranio adalah Desa Paau. Desa Paau memiliki jeram alam, Yaitu Batu Balian.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Elpianur Achmad
istimewa
Jeram batu Balian di Desa Paau Aranio. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Desa lainnya yang punya potensi wisata di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar adalah Desa Paau. Desa Paau memiliki jeram alam, yaitu Batu Balian.

Kepala Desa Paau, Namianor mengatakan banyak destinasi wisata yang perlu dipromosikan dan dikembangkan. Di antaranya air terjun Penyaluhan Luar, Penyaluhan Dalam, Mandin Skendet, Puncak Haur Bunak, dan lokasi lainnya.

Dari beberapa air terjun tersebut, Namianor menjelaskan sebagian bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dari desa Paau. Air terjun tersebut juga sudah dikelola pokdarwis.

Di antara objek wisata tersebut hanya Puncak Haur Bunak yang tidak bisa di lewati kendaraan roda 2.

Selain itu, Pembakal Ami begitu sapaan akrab Kades Paau, juga menginformasikan bahwa di desa mereka akan digelar selamatan hutan. Tradisi yang sudah dilakukan turun temurun.

Sebelum Mancing, Ada Ritual Simpan Telur Ayam di Tepian Telaga Pahiyangan Aranio

Legenda Pertapaan Naga Berkepala Delapan Dihiasi Air Terjun Eksotis di Bukit Pahiyangan Aranio

Cerita Seram Dusun Tak Berpenghuni di Tengah Hutan Kecamatan Aranio, Tersisa Tiga Rumah dan 1 Masjid

Berkunjung ke Dusun Anawit Aranio Saat Musim Hujan, Pengunjung Akan Hadapi Situasi Parah Ini

Menurut kepercayaan masyarakat Paau, apabila tidak dilaksanakan akan ada serangan binatang dan hama yang mengganggu tanaman, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat setempat.

Adapun kebiasaan selamatan hutan ini dilaksanakan pada bulan Agustus atau September.

Untuk tahun 2019 ini dilaksanakan selamatan hutan pada bulan September tadi.

Ketua Pokdarwis Penyaluhan Indah, Ronadhani menjelaskan untuk ke jeram Batu Balian menempuh jarak 5 kilometer atau dengan waktu 30 menit dari desa Paau.

“Saat ini kami fokus dalam pengembangan jeram Batu Balian. Di sini banyak sekali destinasi wisata yang layak dikembangkan nanti,” tuturnya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved